Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Diperkuat, 232 Warga Mengungsi
Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang masih dalam proses pemadaman pada hari ketujuh, Minggu 5 Juli 2026. Tim gabungan melaporkan 40 persen area yang terbakar sudah padam, sementara 232 warga mengungsi akibat asap pekat.
Situasi lapangan dan evakuasi
BNPB menyatakan 232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak asap. Evakuasi dilakukan sejak kebakaran belum sepenuhnya padam.
- Jumlah pengungsi: 232 jiwa
- Rincian: 60 anak, 26 balita, 7 lansia, 1 ibu hamil, 1 penyandang disabilitas
- Kasus ISPA: awalnya 154 jiwa, tersisa 22 jiwa yang masih ditangani
"Sebanyak 232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran. Pasalnya, banyak yang terserang ISPA hingga muntah dan sesak napas,"
Upaya pemadaman diperkuat
Menurut Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Hingga Minggu tercatat 40 persen area terbakar padam, sedangkan 60 persen masih dalam proses pendinginan dan pemadaman.
BNPB mengoperasikan dua unit helikopter water bombing dan berencana menambah dua unit lagi pada Senin 7 Juli 2026 sehingga total menjadi empat helikopter. Penambahan ini untuk mempercepat proses pemadaman di titik-titik yang masih menyala.
"Saat ini 40 persen dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan. Upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara masih dilakukan untuk 60 persen daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan,"
Personel Manggala Agni juga ditambah dari sebelumnya menjadi 38 personel untuk memperkuat operasi di lapangan.
Operasi modifikasi cuaca (OMC)
BNPB menyatakan operasi modifikasi cuaca belum bisa dilakukan dalam tujuh hari ke depan karena tidak adanya awan hujan memadai. Meski begitu, satu unit pesawat OMC tetap disiagakan jika kondisi cuaca memungkinkan.
"Operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan untuk dilakukan hingga tujuh hari ke depan, dikarenakan tidak adanya awan hujan yang memadai. Meskipun demikian BNPB tetap menyiagakan satu unit pesawat OMC yang siap untuk beroperasi jika awan hujan tersedia,"
Dampak kesehatan dan layanan lokal
Bupati Tangerang mencatat 120 warga telah dievakuasi sebelumnya dan menyebut layanan medis telah menangani kasus ISPA. Dua lokasi pengungsian disiapkan, yakni Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya.
"Kami juga telah menyiapkan dua lokasi pengungsian sementara, yakni di Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya. Untuk 22 warga mengalami ISPA telah ditangani oleh Puskesmas bersama Dinas Kesehatan,"
Situasi akan terus dimonitor oleh BNPB dan pihak daerah. Penambahan helikopter dan personel diharapkan mempercepat pemadaman dan mengurangi dampak asap bagi warga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...