Prabowo Tegaskan MBG Tak Boleh Jadi Ajang Memperkaya Diri
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan dengan integritas dan tidak boleh dijadikan sarana memperkaya diri atau kelompok tertentu. Pernyataan ini disampaikan pada acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.
Konteks: tujuan dan urgensi MBG
Menurut Presiden, program MBG adalah langkah strategis pemerintah untuk menjamin asupan gizi anak-anak Indonesia. Program ini menjadi prioritas karena masih ada daerah dengan angka kekurangan gizi anak yang tinggi, mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen.
Akibatnya, tumbuh kembang anak berisiko terganggu dan kemungkinan meningkatnya kasus stunting. Untuk itu, pemerintah menempatkan MBG sebagai komponen penting pembangunan sumber daya manusia.
Penekanan pada integritas pelaksanaan
Presiden meminta seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan program dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan pelaksanaan harus bebas dari praktik penyimpangan dan konflik kepentingan.
"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum, makan itu paling gampang dikorupsi,"
Dengan nada tegas, Presiden menekankan bahwa kepentingan rakyat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan individu atau golongan.
Penguatan pengawasan dan penegakan hukum
Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, Presiden menyatakan pengawasan akan diperketat. Dia membuka kemungkinan melibatkan lembaga pengawas dan aparat penegak hukum secara lebih besar.
"Penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati,"
"Saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian,"
Pernyataan tersebut menegaskan sikap tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan anggaran. Pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan indikasi korupsi atau penyimpangan yang merugikan masyarakat.
Apresiasi kepada pelaksana di lapangan
Meski tegas terhadap penyalahgunaan, Presiden juga memberi apresiasi kepada petugas dan mitra SPPG yang bekerja di berbagai daerah. Keberhasilan MBG, menurutnya, sangat bergantung pada dedikasi dan komitmen pelaksana di lapangan.
Ke depan, implementasi MBG akan terus dipantau dengan mekanisme pengawasan yang lebih kuat. Pemerintah berkomitmen menjaga transparansi anggaran dan efektivitas distribusi agar program benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...
Setahun Tanpa Impor, Indonesia Surplus 4,2 Juta Ton Beras
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia setahun tak impor beras sehingga tercapai surplus 4,2 juta...
Bulog Catat Pengadaan Beras 3,5 Juta Ton hingga 24 Juli 2026
Bulog mencatat pengadaan setara beras mencapai 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026, mendekati target 4 juta ton...
Anggota KDMP Nuar Maju Tembus 130, Koperasi Tawarkan Harga Murah
KDMP Nuar Maju kini memiliki 130 anggota aktif; koperasi menawarkan harga lebih murah dan hak atas SHU sebag...
Komisi VI DPR Tekankan Peran BUMN Perkuat Ekosistem Maritim
Komisi VI DPR dorong peran BUMN untuk memperkuat ekosistem maritim lewat konsolidasi, penguatan PT PAL, dan...
Kemendikdasmen Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan 2026
Kemendikdasmen memastikan SDN Tanggirejo Grobogan akan direvitalisasi pada 2026 setelah bangunan sekolah rob...