Panpel Tegaskan Komitmen Sukseskan Pra PORA Voli di Jantho
BANDA ACEH — Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pra PORA Cabang Olahraga Bola Voli, Saiful Hazainun, menegaskan pihak panitia tetap menjalankan amanah KONI Aceh untuk menyukseskan kualifikasi menuju PORA XV Aceh Jaya meski ada surat penolakan dari Pengprov PBVSI Aceh.
Klarifikasi panitia soal polemik organisasi
Saiful merespons surat penolakan yang ditandatangani Ketua Pengprov PBVSI Aceh, Ir Mawardi Ali. Ia menyebutkan persoalan tersebut bagian dari dinamika organisasi dan tidak mengubah mandat yang diberikan KONI Aceh.
“Sejauh ini, kami bersama teman-teman pegiat voli masih memegang teguh amanah dari KONI Aceh untuk menggulirkan turnamen ini. Jadi belum terpikir untuk balik kanan,”
Saiful menegaskan panitia akan tetap bekerja selama belum ada perubahan mandat resmi dari KONI Aceh.
Persiapan venue dan jadwal
Panitia, didampingi Ketua Pelaksana untuk nomor outdoor atau voli pasir, Arismunandar, melaporkan persiapan venue terus berjalan. Untuk nomor indoor, panitia menyiapkan dua lapangan di hall utama Gedung Jantho Sport City (JSC) yang masing-masing untuk putra dan putri.
Untuk nomor voli pasir, dua lapangan outdoor sedang dipersiapkan di Kompleks Stadion JSC, juga terdistribusi untuk putra dan putri. Saiful menargetkan semua venue siap empat hari sebelum pertandingan dimulai.
“Intinya persiapan jalan terus. The show must go on,”
Peran KONI dan mekanisme pelacakan atlet
Saiful memuji keterlibatan KONI Aceh dalam memfasilitasi pelaksanaan Pra PORA Voli. Ia menekankan pentingnya sistem pelacakan atau tracking atlet agar proses seleksi berlangsung transparan dan adil.
Menurutnya, atlet yang lolos Pra PORA dari kabupaten/kota harus tercatat dalam data Technical Delegate yang diserahkan kepada KONI Aceh. Data itu menjadi acuan penentuan atlet yang berhak tampil di PORA.
“Dengan tracking yang jelas itu akan terhindar dari masuknya nama-nama yang ‘memotong’ di persimpangan,”
Makna kompetisi bagi pembinaan atlet
Panitia dan pegiat voli menilai Pra PORA bukan sekadar ajang kualifikasi, tetapi juga jalur pembinaan dan penjenjangan prestasi bagi atlet menuju PORA, Porwil, Pra-PON, dan PON. Mereka berharap KONI kabupaten/kota dan KONI Aceh tetap menjaga kesinambungan jalur prestasi tersebut.
Saiful menegaskan bahwa keterlibatan para pegiat, termasuk mantan pemain yang kini menjadi pelatih, lahir dari kepedulian terhadap masa depan atlet voli Aceh.
“Voli adalah rumah besar kami. Adalah kewajiban kami pula untuk ikut menyelamatkan nasib atlet ... dengan spirit persaudaraan tanpa batas,”
Panitia berharap seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal sehingga Pra PORA Voli dapat berlangsung lancar dan menjadi momentum silaturahmi sekaligus reuni bagi insan voli di Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...