Nasional

Musim Kemarau: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan & Angin 29-30 Juni 2026

Bagikan:
Ilustrasi cuaca ekstrem: hujan lebat dan angin kencang saat musim kemarau

BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang pada Senin-Selasa, 29-30 Juni 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena musim kemarau yang meluas sekaligus dinamika atmosfer yang masih aktif.

Ringkasan kondisi dan wilayah terdampak

Hingga Dasarian III Juni 2026, sekitar 37,6 persen wilayah Indonesia atau 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Perluasan musim kering tercatat di sejumlah provinsi, termasuk Sumatra, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG memetakan sejumlah wilayah yang tetap berpotensi turun hujan pada periode 29-30 Juni 2026. Salah satu wilayah yang disebut berisiko mengalami hujan sedang hingga lebat adalah Kepulauan Bangka Belitung.

El Nino menguat dan suhu makin panas

Meluasnya musim kemarau dipengaruhi oleh penguatan fenomena El Nino. Anomali Sea Surface Temperature (SST) di wilayah Nino 3.4 tercatat mencapai +1,61, yang berdampak pada kenaikan suhu udara di berbagai daerah.

BMKG melaporkan suhu maksimum di Kalimantan berkisar 35–35,5derajat Celsius, sementara suhu paling ekstrem tercatat di Papua Barat mencapai 38,6derajat Celsius. Kenaikan suhu ini memperkuat kondisi kering di banyak wilayah.

Faktor pemicu hujan ekstrem meski musim kemarau

Meski pola curah hujan umumnya menurun pekan ini, beberapa dinamika atmosfer masih membuka peluang hujan lebat. Faktor-faktor yang disebut BMKG antara lain:

  • Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah barat dan timur Indonesia;
  • Gelombang atmosfer Rossby yang masih berperan;
  • Intrusi udara kering dari belahan bumi selatan yang memodulasi sirkulasi setempat.

Imbauan untuk masyarakat

Karena kondisi atmosfer yang masih labil dan adanya sirkulasi siklonik di beberapa daerah, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru dan mewaspadai hujan deras yang bisa turun secara tiba-tiba. Potensi dampak meliputi banjir lokal, genangan, dan angin kencang yang dapat merusak pohon atau atap ringan.

Sekalipun musim kemarau makin terasa, kewaspadaan tetap diperlukan karena hujan intens dapat terjadi secara sporadis di wilayah-wilayah tertentu.

Penutup: prospek jangka pendek

Secara umum curah hujan diperkirakan menurun dalam sepekan ke depan, menegaskan dominasi musim kemarau. Namun, penguatan El Nino dan dinamika atmosfer yang masih aktif membuat potensi cuaca ekstrem tetap ada. Masyarakat diminta rutin memantau peringatan cuaca resmi dan menyiapkan langkah antisipasi sederhana demi keselamatan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait