BMKG: Potensi Hujan di Sejumlah Kota, Minggu 16 Agustus
BMKG memprakirakan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah kota besar pada Minggu, 16 Agustus 2026. Prakiraan ini disebabkan dinamika atmosfer seperti perlambatan angin dan pertemuan massa udara yang mendorong pertumbuhan awan hujan.
Penyebab dinamika atmosfer
BMKG menyebut terbentuknya daerah konvergensi (perlambatan angin) dan konfluensi (pertemuan angin) sebagai pemicu utama. Kondisi itu meningkatkan pembentukan awan hujan yang dapat turun sebagai hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.
— Sufia, Prakirawan BMKG
Wilayah barat dan kondisi di kota besar
Di Indonesia bagian barat, beberapa kota diperkirakan mengalami hujan ringan hari ini. Sementara kota-kota besar lain diprediksi cerah berawan.
- Kota berpotensi hujan ringan: Palembang, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Selor.
- Kota cerah berawan: Banda Aceh, Pekanbaru, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin.
Kondisi udara dan jarak pandang
BMKG juga memperingatkan kondisi udara kabur yang dapat memengaruhi jarak pandang. Bandar Lampung, Pontianak, dan Palangkaraya perlu mewaspadai potensi penurunan visibilitas.
Situasi di wilayah timur
Peluang hujan ringan juga terpantau di sejumlah kota bagian timur. Sebagian kota lain diprediksi cerah berawan, sementara beberapa wilayah berisiko kabut atau asap.
- Kota berpotensi hujan ringan: Mamuju, Palu, Ambon, Manokwari, Jayapura.
- Kota cerah berawan: Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Merauke.
- Kota dengan potensi asap/kabut: Nabire, Jayawijaya.
Imbauan dan potensi dampak
BMKG mengimbau masyarakat tidak hanya mengandalkan prakiraan umum karena atmosfer bisa berubah cepat. Untuk aktivitas luar ruangan, disarankan memantau informasi cuaca terbaru dari kanal resmi BMKG.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat menimbulkan dampak turunan. Warga dan pihak berwenang diimbau siaga terhadap risiko berikut:
- Genangan dan banjir
- Tanah longsor
- Pohon tumbang
- Gangguan perjalanan dan transportasi
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, kesiapsiagaan dan pemantauan berkala terhadap peringatan cuaca menjadi langkah penting sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...