Nasional

POSSI Bali Luncurkan Task Force Jaladhipa Dewata untuk Konservasi Laut

Bagikan:
Peluncuran Task Force Jaladhipa Dewata POSSI Bali di forum Beyond The Ocean 2026

POSSI Bali resmi meluncurkan Task Force Jaladhipa Dewata pada 13 Juni 2026 di Bali. Program ini diperkenalkan dalam forum Beyond The Ocean 2026 bertepatan peringatan Hari Laut Sedunia dengan tujuan memperkuat upaya konservasi laut melalui kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran dan partisipan

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan pemerintah provinsi, TNI-Polri, akademisi, dan komunitas lingkungan. Peluncuran Task Force dilakukan oleh Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Bali sebagai inisiatif yang menempatkan penyelam sebagai aktor kunci pemeliharaan ekosistem bawah laut.

Tujuan dan pendekatan

Ketua POSSI Bali, Letkol Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, menegaskan bahwa penyelam memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya laut. Menurutnya, wadah ini dimaksudkan untuk menyatukan berbagai pihak dalam gerakan bersama menjaga laut Bali.

"POSSI Bali ingin menghadirkan Task Force sebagai wadah kolaborasi berbagai pihak sebagai gerakan bersama menjaga laut Bali,"

Inisiatif ini dirancang tidak hanya sebagai program teknis, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mengintegrasikan nilai budaya Bali dalam pelestarian laut.

Fokus kerja: lima pilar utama

Task Force Jaladhipa Dewata akan menjalankan program berdasarkan lima pilar utama. Kelima pilar tersebut meliputi:

  • Konservasi ekosistem laut dan restorasi terumbu karang;
  • Edukasi publik dan peningkatan kapasitas penyelam serta masyarakat pesisir;
  • Pemberdayaan ekonomi biru yang berkelanjutan bagi komunitas lokal;
  • Penguatan masyarakat pesisir untuk pengelolaan sumber daya secara partisipatif;
  • Respons cepat terhadap isu lingkungan laut, termasuk tumpahan dan ancaman biologis.

Pilar-pilar ini disusun untuk memastikan intervensi bersifat preventif, adaptif, dan berkelanjutan.

Nilai budaya dan dukungan lembaga

Penggagas gerakan, I Ketut Sarjana, menekankan basis kultural sebagai pondasi moral pelestarian laut. Ia menyebut laut sebagai sumber kehidupan yang berakar pada tradisi setempat.

"Jaladhipa Dewata adalah gerakan moral menjaga laut Bali. Ini rumah kolaborasi untuk semua pihak,"

Pemerintah Provinsi Bali dan TNI Angkatan Laut menyambut baik inisiatif ini. Dukungan institusi diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan publik, aparat keamanan maritim, dan inisiatif masyarakat.

Implikasi dan langkah ke depan

Dengan model kolaboratif, program ini berpotensi mempercepat pemulihan ekosistem laut dan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui praktik blue economy. Keberhasilan akan bergantung pada konsistensi pendanaan, monitoring ilmiah, dan partisipasi aktif masyarakat pesisir.

Ke depan, Task Force akan memetakan prioritas aksi lapangan, menyusun standar respons cepat, dan melakukan kampanye edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga laut Bali.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait