Polres Samosir Tangkap Pria Diduga Perkosa Keponakan hingga Hamil
Pangururan — Polres Samosir menangkap seorang pria berinisial MS (45) atas dugaan pemerkosaan terhadap anak perempuan berinisial US (17). Penangkapan diumumkan dalam rilis pers di Aula Polres Samosir, Sabtu (19/9). Kasus ini terungkap setelah korban yang merupakan keponakan pelaku mengaku telah menjadi korban kekerasan sejak Januari hingga Agustus 2026 dan kini hamil.
Penangkapan dan bukti
Kepala Satuan Reskrim Polres Samosir, Iptu Antonius Hutahaean, menyatakan tersangka telah diamankan dan penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk memproses perkara. Proses penyidikan masih berjalan untuk melengkapi berkas perkara sebelum tahap berikutnya.
"Korban mengaku kepada neneknya telah mengalami pemerkosaan sebanyak 15 kali. Peristiwa tersebut disebut terjadi sejak Januari hingga Agustus 2026, hingga hamil," ujar Antonius.
Kronologi dan modus
Menurut keterangan penyidik, pelaku melakukan aksinya saat kondisi rumah sepi dan menjanjikan korban agar dapat belajar. Saat tidak ada orang di rumah, pelaku diduga melakukan perbuatan persetubuhan terhadap korban.
"Pelaku sudah duda, dan korban tinggal bersama nenek (opung) dan pamannya. Ketika tidak ada orang di rumah, pelaku melakukan aksinya," tambah Antonius.
Kondisi korban dan pelaporan
Korban adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Perubahan pada kondisi tubuh korban membuat nenek curiga dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi, sehingga kasus ini terungkap.
- Korban: US, 17 tahun, anak perempuan dari abang kandung tersangka.
- Tersangka: MS, 45 tahun, telah diamankan kepolisian.
- Periode dugaan peristiwa: Januari–Agustus 2026.
- Alat bukti: dua bukti primer yang sudah dikantongi penyidik.
Proses hukum dan tindak lanjut
Penyidik menyatakan kasus akan diproses berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan. Penanganan perkara difokuskan pada pemenuhan hak korban serta kelanjutan penyidikan untuk memastikan kelengkapan berkas.
Keluarga korban sudah melapor dan polisi melanjutkan pemeriksaan saksi serta mengamankan tersangka untuk keperluan penyidikan. Perkembangan penanganan kasus akan diumumkan setelah berkas dinyatakan lengkap.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Sahkan Perubahan APBK 2026 Rp1,145 T
DPRK Aceh Tenggara mengesahkan Raqan Perubahan APBK 2026 senilai Rp1.145.689.513.010 setelah evaluasi Gubern...
DPRD Sumut Mendesak Penambahan Bed Rumah Sakit karena Antrean BPJS
Wakil Ketua DPRD Sumut mendesak penambahan bed rumah sakit karena antrean pasien rujukan BPJS dan distribusi...
Perkebunan Sawit Diduga Ilegal Kuasai Ratusan Hektare di Asahan
Ratusan hektare lahan APL di Desa Sei Dua Hulu, Asahan, diduga dialihfungsikan jadi perkebunan sawit; kepala...
Kak Na Tinjau Pengungsian Banjir di Trumon, Aceh Selatan
Ketua TP PKK Aceh meninjau posko pengungsian di Trumon 4 Nov 2026, menyerahkan bantuan logistik dan menyorot...
Sergai Revisi Perda untuk Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemkab Sergai ajukan revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk perkuat administrasi, kepastian huku...
Gubernur Aceh Temui Presiden Prabowo Bahas Otsus dan Blang Padang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka 4/11 untuk membahas Dana Otsus, Blang...