Lokal

BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA

Bagikan:
Tim BKAD dan IT Del saat uji coba prototipe SIKAT-BENCANA di kantor BKAD Tapanuli Utara

Tapanuli Utara — Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama Institut Teknologi Del (IT Del) menggelar uji coba prototipe SIKAT-BENCANA pada Sabtu (19/9) di kantor BKAD. Kegiatan ini bagian dari proyek perubahan bertajuk "Transformasi Tata Kelola Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui SIKAT-BENCANA" untuk mempercepat penanganan bencana.

Rangka uji coba dan alur kerja

Pengujian difokuskan pada seluruh alur pengelolaan BTT. Uji mencakup pelaporan kejadian, verifikasi dan asesmen, pengusulan kebutuhan, persetujuan, pencairan, monitoring, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban. Semua tahapan dirancang untuk saling terhubung dalam satu sistem informasi terintegrasi.

BKAD bersama tim IT Del mensimulasikan setiap tahapan untuk memastikan kecocokan antara proses bisnis dan fitur yang dikembangkan. Simulasi juga berfungsi sebagai sarana identifikasi kendala operasional sebelum pengembangan lebih lanjut.

Fokus pada kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas

Josua J.E. Hutabarat, ST, ME, Kepala BKAD dan Project Leader SIKAT-BENCANA, menegaskan sistem tidak hanya soal teknologi. Menurutnya, solusi harus menjawab kebutuhan nyata pemerintah daerah dalam pengelolaan BTT.

"Uji coba ini penting untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar selaras dengan kebutuhan pengelolaan BTT dan mekanisme penanganan bencana. Kita ingin setiap tahapan memiliki alur yang jelas, data yang terintegrasi, serta proses yang dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan,"

Ia menambahkan bahwa sistem diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarpihak dan memangkas proses yang berpotensi menghambat pengambilan keputusan saat bencana. Hal ini dimaksudkan agar respons lebih cepat tanpa mengabaikan ketelitian administrasi.

"Ketika bencana terjadi, kecepatan respons menjadi sangat penting. Karena itu, sistem harus mampu menyediakan informasi yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan, tanpa mengabaikan ketelitian administrasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,"

Evaluasi dan pengembangan selanjutnya

Uji coba juga berperan sebagai ruang evaluasi. Tim pengembang menghimpun masukan dari simulasi untuk menyempurnakan prototipe sebelum peluncuran lebih luas. Perbaikan yang direncanakan mencakup penyempurnaan antarmuka, alur persetujuan, dan modul pelaporan.

Harapan implementasi

Dengan kolaborasi BKAD dan IT Del, SIKAT-BENCANA diharapkan menjadi instrumen digital yang memperkuat tata kelola BTT. Sistem ini juga diharapkan mendukung penanganan bencana yang lebih cepat, terkoordinasi, dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat saat darurat dapat meningkat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait