Lokal

Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren

Bagikan:
Penangkaran pohon aren dan calon lahan penanaman di Batubara

Bupati Batubara, Dr H. Baharuddin Siagian SH M.Si CLA, melakukan kunjungan ke penangkaran dan perkebunan pohon aren milik Ustaz Khairul Ghazali di Pesantren Al-Hidayah, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Rabu (16/9). Kunjungan itu untuk melihat potensi aren sebagai sumber ekonomi baru dan menilai kesiapan program penanaman massal di Kabupaten Batubara.

Kunjungan dan rencana penanaman

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menilai pengembangan pohon aren dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan masyarakat jika dikelola berkelanjutan. Pemerintah daerah berencana menanam 16.000 pohon aren secara serentak bertepatan rangkaian Hari Ulang Tahun Kabupaten Batubara.

Kapasitas penangkaran dan potensi produksi

Penangkaran di Pesantren Al-Hidayah saat ini memiliki pembibitan sekitar 800.000 pohon aren. Data pembibitan dan produksi menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan bila direplikasi dan didukung fasilitas pengolahan.

Item Data
Pembibitan saat ini ~800.000 pohon aren
Produksi per pohon 5–6 liter nira per hari
Harga nira Rp10.000 per liter (perkiraan)
Target penanaman 16.000 pohon aren

Manfaat ekonomis dan produk turunan

Pohon aren memiliki beragam manfaat. Bijinya dapat diolah menjadi kolang-kaling, sedangkan nira dimanfaatkan untuk membuat gula merah dan gula aren. Gula aren kini makin diminati, terutama sebagai pemanis kopi di kalangan muda, sehingga membuka peluang pasar lokal dan urban.

Pengembangan dari hulu ke hilir

Pemerintah Kabupaten Batubara mendorong pengembangan komoditas aren mulai dari pembibitan hingga pengolahan hasil. Tujuannya menciptakan ekosistem usaha yang membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.

Dengan langkah koordinasi antara pemerintah, penangkar, dan masyarakat, pengembangan aren diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang sekaligus menjaga nilai ekologis lahan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait