Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Aceh Besar, 19 September 2026 – Ratusan warga dari Gampong Leu Ue, Punie, dan Ulee Lueng mengantre di halaman Kantor Keuchik Leu Ue sejak pukul 07.00 WIB untuk menerima bantuan pangan dari Bulog periode Juli–September 2026. Penyaluran dipusatkan oleh Dinas Sosial Aceh Besar dan masing-masing penerima mendapatkan tiga sak beras.
Penyaluran terpusat di Kantor Keuchik Leu Ue
Koordinator Kecamatan Darul Imarah dari Dinas Sosial Aceh Besar, Pamela, menyatakan distribusi dipusatkan di Kantor Keuchik Leu Ue agar proses lebih tertib dan efisien. Penyaluran meliputi tiga gampong tersebut dengan rincian penerima sebagai berikut:
- Gampong Leu Ue: 166 penerima
- Gampong Punie: 112 penerima
- Gampong Ulee Lueng: 86 penerima
“Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih kepada Keuchik Leu Ue, Bapak Yusri, VE, ST, yang telah memberikan izin pemakaian tempat untuk lokasi penyaluran. Untuk periode ini kita salurkan, Gampong Leu Ue sebanyak 166 penerima, Gampong Punie 112 penerima, dan Gampong Ulee Lueng 86 penerima. Masing-masing akan mendapatkan tiga sak beras,”
Menurut Pamela, lokasi yang representatif dan kedisiplinan warga membuat proses penyaluran berjalan lancar.
“Lokasinya sangat cocok dan representatif. Warga penerima sangat patuh dan disiplin mengikuti antrean, sehingga proses pembagian sangat lancar,”
Keluhan data penerima: 39 hilang, 26 masuk
Keuchik Leu Ue, Yusri, mengapresiasi pemilihan lokasi penyaluran. Namun ia mengungkapkan kekhawatiran karena ada perubahan daftar penerima yang merugikan beberapa warga.
“Saya merasa sedih juga, ada 39 orang warga yang sudah hilang dari data penerima. Kasihan mereka, warga miskin dan berada pada desil 1 hingga 4. Namun demikian, ada penambahan penerima baru sebanyak 26 keluarga,”
Yusri meminta agar Dinas Sosial, Dinas Pangan Aceh Besar, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional meninjau ulang data yang tereliminasi. Ia menegaskan pentingnya mempertimbangkan kondisi ekonomi dan dampak musim kemarau yang menyebabkan gagal panen.
“Saya berharap kepada pihak pemerintah, baik Dinas Sosial, Dinas Pangan, Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk mengkaji ulang nama yang hilang tersebut, kecuali bagi mereka yang terkena aturan yang ditetapkan pemerintah,”
Kisah warga yang kehilangan hak bantuan
Salah seorang penerima sebelumnya, Syarifuddin (70), mengaku namanya hilang dari daftar sehingga ia tidak menerima kupon. Pria yang tinggal sendiri itu menggambarkan betapa pentingnya bantuan beras bagi kebutuhan hariannya.
“Kali ini saya tidak dapat kupon bantuan, artinya nama saya sudah hilang. Saya tidak tahu, padahal coba abang lihat kondisi saya, sudah semakin renta, tidak sanggup kerja lagi. Bantuan beras selama ini dapat menjadi penyambung nyawa bagi saya, sekarang semuanya sirna,”
Penutup: pentingnya pemutakhiran data
Penyaluran berjalan lancar namun kasus nama yang terhapus menyorot kebutuhan pemutakhiran data penerima secara berkala. Ketelitian dalam pendataan menjadi kunci agar bantuan pangan tepat sasaran.
Keputusan peninjauan data dari instansi terkait akan menentukan apakah warga yang tereliminasi dapat kembali menerima bantuan. Akurasi data diharapkan dapat memastikan program ini benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Polres Samosir Tangkap Pria Diduga Perkosa Keponakan hingga Hamil
Polres Samosir menangkap MS (45) diduga memperkosa keponakan US (17) sejak Jan–Agu 2026 hingga korban hamil;...