Peusijuek di Langsa: Pengukuhan Geuchik dan Sekretaris MAA
LANGSA – Pengurus MAA Kota Langsa menggelar peusijuek pada Kamis, 6 Agustus, untuk menyerahkan doa dan pengukuhan kepada Rizal Jasnun SPd sebagai Geuchik Gampong Sungai Pauh Firdaus dan kepada Zulfadli sebagai Sekretaris MAA Kota Langsa yang baru. Prosesi berlangsung di Kantor MAA Kota Langsa dipimpin Wakil Ketua I, H Ibnu Sa’dan, dengan tujuan mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kekuatan bagi kedua penerima amanah.
Makna peusijuek dalam tradisi Aceh
Peusijuek merupakan tradisi adat Aceh yang mengandung doa, harapan, dan pesan moral. Tradisi ini berfungsi sebagai pengikat silaturahmi dan peneguh nilai adat di lingkungan lembaga adat setempat. Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua MAA Kota Langsa, Drs H Mursyidin Budiman, beserta jajaran pengurus dan sekretariat.
Pesan MAA Kota Langsa
Ketua MAA Kota Langsa menekankan bahwa peusijuek bukan sekadar seremonial. Ia menyatakan harapan agar kedua penerima tanggung jawab dapat mengutamakan kebaikan dan amanah dalam menjalankan tugas.
Peusijuek bukan sekadar acara seremonial, tetapi mengandung doa dan harapan. Kita berharap Rizal dan Zulfadli mampu menjalankan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan penuh tanggung jawab.
Mursyidin khususnya berharap Rizal sebagai geuchik dapat menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, menjaga kekompakan warga, dan mempertahankan nilai-nilai adat Aceh dalam kehidupan gampong. Ia menegaskan posisi strategis geuchik dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat gampong.
Respons penerima amanah
Zulfadli menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan meminta dukungan jajaran pengurus agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Saya mohon dukungan dan bimbingan dari Ketua dan seluruh pengurus. Semoga amanah ini dapat saya jalankan dengan baik untuk kemajuan MAA Kota Langsa.
Sementara Rizal juga mengungkapkan rasa syukur dan menyadari bahwa jabatan geuchik adalah tanggung jawab besar. Ia berharap mendapatkan doa dan dukungan agar pemerintahan gampong berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar MAA Kota Langsa. Mudah-mudahan amanah ini dapat saya jalankan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Suasana dan implikasi adat
Kegiatan berlangsung hangat dan akrab, menjadi bukti bahwa peusijuek masih menjadi praktik penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Bagi MAA Kota Langsa, prosesi ini juga simbol bahwa adat diwariskan melalui praktik dan keteladanan, bukan sekadar pengajaran lisan.
Momentum peusijuek untuk Rizal dan Zulfadli menegaskan komitmen lembaga adat terhadap pelibatan nilai-nilai lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan gampong. Pelibatan adat diharapkan memperkuat keharmonisan sosial dan memberikan landasan moral bagi pemimpin baru dalam melayani masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejari Samosir Belum Menahan Tersangka Kasus Korupsi Rp516 Juta
Kejari Samosir menetapkan Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan sebagai tersangka korupsi, namun belum dilaku...
Kapolres Langkat Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online
Kapolres Langkat mengajak pengemudi ojol menjaga Kamtibmas, patuhi lalu lintas, dan lapor potensi gangguan l...
POLIVEN dan Dinas Pertanian Aceh Besar Perkuat Kerja Sama Vokasi
POLIVEN audiensi dengan Dinas Pertanian Aceh Besar (6/8) untuk menjajaki kerja sama pendidikan, riset, dan p...
Baitul Mal Aceh Salurkan Rp27 Juta untuk 9 Keluarga Korban
Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan tunai Rp3 juta per keluarga dan paket sembako, total Rp27 juta, untuk se...
Polres Langsa Renovasi 40 Sumur Bor untuk Pemulihan Pasca Banjir
Polres Langsa meninjau renovasi 40 sumur bor untuk memulihkan akses air bersih pascabanjir, fokus bantu daya...
Pemilik Cafe di Dairi Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Berujung Maut
Pemilik cafe CT di Dairi ditetapkan tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian Kartika Ginting pada 3...