Wapres Buka Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari
Pesparawi Nasional XIV 2026 dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Sabtu, 21 Juni 2026. Acara ini menghadirkan 5.434 peserta, tamu, dan penggembira dari 38 provinsi. Pembukaan menegaskan tema perdamaian dan persaudaraan yang diusung panitia.
Pembukaan dan transformasi RTP Borarsi
Pesparawi Nasional XIV 2026 digelar di venue yang baru saja rampung direnovasi. Wapres mengapresiasi transformasi RTP Borarsi dari lokasi konstruksi menjadi ruang publik representatif untuk acara nasional.
"Saat itu masih proses pembangunan, tapi saya senang sekarang bisa difungsikan untuk event sebesar Pesparawi,"
Gibran mengatakan perubahan itu menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan di luar Jawa. Ia juga menyebut Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
"Pembangunan sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,"
Tema, peserta, dan rangkaian acara
Pesparawi Nasional XIV berlangsung 18–28 Juni 2026 dengan tema "Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu". Kegiatan ini diikuti oleh 43 kontingen dari 38 provinsi.
Pembukaan menampilkan defile kontingen, parade budaya, dan serangkaian prosesi simbolik. Acara dimulai dengan penabuhan tifa oleh Wapres, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan beberapa gubernur yang hadir.
"Ini bukan hanya slogan, tapi sebuah realitas,"
Ketua Panitia Ali Baham Temongmere menegaskan bahwa penyelenggaraan mencerminkan toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat. Ia menyebut keterlibatan kelompok hadrah dalam parade sebagai bukti kebersamaan lintas agama.
Rangkaian prosesi simbolik
Setelah penabuhan tifa, rangkaian dilanjutkan dengan tiupan triton, pembukaan selubung maskot Bit Sang Konduktor, penampilan lagu Haleluya Agung, dan tarian tifa. Penutupan prosesi diwarnai nyanyian bersama lagu Tanah Papua.
Pesan perdamaian dan harapan pembangunan
Wapres menekankan pembangunan infrastruktur harus diiringi stabilitas sosial. Ia menyambut tema Pesparawi yang berfokus pada perdamaian di Papua.
"Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat soal perdamaian dan persaudaraan di tanah Papua,"
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan berharap Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga penguat persatuan dan persaudaraan di Tanah Papua. Dengan demikian, acara ini diharapkan memperkuat harmoni antar komunitas dan mendukung upaya pembangunan yang inklusif.
Ke depan, penyelenggaraan Pesparawi diharapkan menjadi momentum penguatan kebudayaan dan dialog antarumat beragama. Selain kompetisi, ajang ini menjadi panggung promosi budaya lokal sekaligus pengingat pentingnya stabilitas untuk pembangunan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...