Lokal

Taput Canangkan Pertanian Berkelanjutan untuk Majukan Ekonomi

Bagikan:
Bupati dan Wakil Bupati menanam jagung perdana bersama petani milenial di Pertanian Terpadu Sijaba

Tapanuli Utara, 15 September — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mencanangkan tema Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju di kawasan Pertanian Terpadu Sijaba, Kecamatan Siborongborong. Peluncuran ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui dukungan kebijakan, bantuan sarana produksi, dan keterlibatan petani milenial.

Pencanangan tema dan kegiatan awal

Pencanangan dilakukan oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan dan Kepala Dinas Pertanian Viktor Fredy Siagian. Acara ditandai dengan penanaman jagung perdana dan penyaluran bantuan benih jagung hibrida kepada petani milenial.

Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba memiliki luas sekitar 50 hektar, terdiri dari 10 hektar jagung dan 40 hektar untuk pengembangan komoditas lain termasuk hortikultura seperti bawang merah.

Bawang merah merupakan komoditas yang luar biasa. Kebutuhannya tinggi dan proses produksinya relatif cepat, kata Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat.

Alokasi APBD 2027 untuk pertanian

Bupati Jonius menegaskan komitmen anggaran untuk sektor pertanian. Pemerintah daerah memproyeksikan mengalokasikan sekitar 10 persen dari ruang fiskal yang tersisa setelah perhitungan DAU bersih dan beban wajib daerah ke sektor pertanian pada APBD 2027.

Proyeksinya begitu. Kita berharap dari ruang anggaran yang tersedia, sekitar 10 persen dapat kita arahkan untuk pertanian. Tetapi angka itu tentunya setelah DAU bersih dan setelah dikurangi berbagai kewajiban APBD, seperti belanja pegawai dan kebutuhan wajib lainnya, jelas Bupati Jonius.

Anggaran tersebut akan diprioritaskan tidak hanya untuk bantuan sarana produksi, tetapi juga untuk membangun ekosistem pertanian yang mendukung nilai tambah.

  • Pembangunan irigasi
  • Peningkatan jalan usaha tani
  • Mekanisasi dan alat produksi
  • Pengembangan komoditas unggulan
  • Dukungan pemasaran dan distribusi

Kita ingin anggaran pertanian tidak hanya habis untuk kegiatan, tetapi harus menghasilkan dampak ekonomi. Petani harus semakin produktif, biaya produksinya semakin efisien, hasilnya meningkat dan pasarnya semakin jelas, ujar Jonius.

Pengembangan Sijaba sebagai kawasan percontohan

Sijaba diproyeksikan menjadi kawasan percontohan dan 'showcase' pertanian Tapanuli Utara. Lokasinya yang relatif dekat Bandara Silangit dinilai strategis untuk memperlancar pemasaran dan membuka peluang kerja sama dengan pihak luar.

Sijaba akan menjadi showcase, menjadi wajah pertanian Tapanuli Utara ke depan. Saya ingin sasaran tema ini benar-benar berdampak pada masyarakat, tegas Bupati Jonius.

Bupati juga menekankan pentingnya peran swasta dalam mempercepat kemajuan sektor pertanian. Selama ada sinergi antara petani, petani milenial, dan swasta, pembangunan pertanian dinilai lebih cepat berdaya guna.

Respons petani milenial

Ketua Petani Milenial Tapanuli Utara, Murdhani Purba, menyambut positif mekanisasi dan teknologi yang diperkenalkan di Sijaba. Menurutnya, mekanisasi mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja lapangan.

Dengan mekanisasi, pekerjaan pertanian bisa dilakukan lebih efektif. Dalam waktu setengah hari, misalnya, petani bisa mengolah lahan hingga setengah hektar, kata Murdhani Purba.

Implikasi ke depan: Pencanangan ini menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan kebijakan anggaran, pengembangan kawasan percontohan, dan penguatan peran petani milenial. Keberhasilan program akan bergantung pada realisasi anggaran, keterlibatan swasta, dan akses pasar bagi komoditas unggulan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait