Ekonomi

Pertamina EP Latih 65 Siswa Jakarta Keterampilan Bantuan Hidup Dasar

Bagikan:
Siswa berlatih Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin dan AED trainer di Kantor Pusat Pertamina EP

Pertamina EP melatih 65 siswa SMA dan SMP di Jakarta dalam keterampilan Bantuan Hidup Dasar pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor Pusat Pertamina EP untuk meningkatkan kesiapsiagaan anak muda menghadapi kondisi darurat medis. Pelatihan ini dirancang interaktif dan menghadirkan instruktur profesional dari Tim Ambulans Gawat Darurat 118.

Tujuan dan Peserta

Kegiatan bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama yang efektif. Peserta berasal dari SMP Negeri 145, SMP Negeri 58, SMA Negeri 35, dan SMA Negeri 3. Pelatihan ditujukan agar siswa mampu menjadi penolong pertama di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Detail Pelatihan

Tim Health Perusahaan menyusun materi secara interaktif agar peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan. Materi mencakup rantai bertahan hidup, Resusitasi Jantung Paru, serta penggunaan Automated External Defibrillator. Instruktur juga memberikan latihan penanganan tersedak dan posisi pemulihan.

Alat dan Metode

Peserta berlatih pada manekin khusus untuk simulasi kegawatdaruratan medis. Sesi praktis menggunakan perangkat latihan AED, alat fiksasi, bidai, dan perlengkapan pertolongan pertama pendukung lainnya. Latihan dipandu langkah demi langkah oleh instruktur dari AGD 118 sehingga simulasi mendekati kondisi nyata.

  • Manekin untuk latihan RJP
  • AED trainer untuk praktik defibrilasi
  • Alat fiksasi dan bidai untuk penanganan patah
  • Perlengkapan pertolongan pertama lainnya

Pesan dari Instruktur

Senior Manager HSE Regional 2 Pertamina EP Sigit Isbiantoro mengapresiasi antusiasme peserta sepanjang pelatihan. Ia berharap keterampilan ini menjadi bekal praktis bagi siswa ketika menghadapi kondisi darurat.

Kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat. Keterampilan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar menjadi bekal penting yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Koordinator AGD 118 Anggi Sundaya menegaskan bahwa pertolongan pertama dapat dilakukan siapa pun setelah mendapat pelatihan yang benar. Ia menyatakan kegiatan ini memperkuat budaya keselamatan dan membangun kapasitas generasi muda.

Kemampuan memberikan pertolongan pertama tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan. Siapa pun dapat menjadi penolong pertama apabila memahami langkah langkah yang benar.

Dampak dan Komitmen

Pertamina EP merilis data komitmen pelatihan ini pada Rabu, 29 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan. Perusahaan berharap keterampilan yang diberikan memberi dampak nyata pada keselamatan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Pelatihan juga membuka ruang bagi penguatan program keselamatan yang lebih luas, termasuk pelatihan berkelanjutan bagi pelajar dan komunitas lokal. Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan respon awal terhadap kejadian darurat medis di lingkungan sekolah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait