Kadin Siap Bantu Genjot Pertumbuhan Ekonomi ke 8%
Kadin Indonesia menyatakan kesiapan membantu pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Kadin menilai target ini penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan middle income trap.
Kadin dan target 8 persen
Anindya menekankan target 8 persen bisa dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menyebut capaian ekonomi selama 20 tahun berada di kisaran 5 persen, sehingga percepatan perlu langkah terstruktur. Kadin akan mengambil peran konkret untuk memperkuat konsumsi, investasi, dan ekspor sebagai pendorong utama pertumbuhan.
“Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun sebesar 5 persen. Tetapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Kami melihat apabila kita bekerja sama, ini merupakan suatu hal yang sangat mungkin dilakukan,”
Fokus sektor dan peran pelaku usaha
Anindya memaparkan bahwa sekitar 92 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari tiga sumber utama: konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Untuk itu, Kadin menyasar penguatan pada semua lini rantai nilai dengan melibatkan UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar, asosiasi, dan himpunan usaha.
Program cepat dan diplomasi ekonomi
Sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, Kadin mengonsolidasikan organisasi dan menjalankan empat program prioritas (quick wins). Program tersebut dirancang untuk memberi dampak sosial-ekonomi cepat serta memperkuat kapasitas tenaga kerja dan infrastruktur dasar.
- Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong
- Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
- Perlindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia
- Renovasi rumah tidak layak huni
Selain itu, Kadin membentuk Kadin Global Engagement Office (GEO) untuk mengawal peluang investasi, perdagangan, dan industrialisasi dari kerja sama internasional. Inisiatif ini bertujuan mempercepat masuknya modal dan teknologi ke sektor prioritas.
Kerja sama dengan lembaga investasi
Anindya juga menyatakan kesiapan Kadin bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendorong investasi nasional. Menurutnya, sinergi antar-institusi diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
“Kami berharap KADIN bisa bekerja sama dan bahu-membahu dengan pemerintah. Mudah-mudahan Bapak Presiden selalu sehat dan bisa memimpin kita bukan saja keluar dari tantangan ini, tetapi juga bisa maju menuju 8 persen,”
Implikasi dan prospek
Langkah Kadin mendapat respons positif pasar, tercermin dari penegasan kembali peringkat Indonesia oleh beberapa lembaga internasional. Ke depan, keberhasilan target 8 persen bergantung pada implementasi kebijakan, iklim investasi, serta kolaborasi berkelanjutan antara sektor publik dan swasta.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...