KAI Perkuat Listrik Rangkasbitung Atasi Okupansi 161%
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat sistem kelistrikan di lintas Rangkasbitung setelah tingkat okupansi mencapai 161 persen. Data penumpang sepanjang 2025 diumumkan pada 4 Juni 2026 di Jakarta, menunjukkan 77.552.716 pengguna rute tersebut. Langkah ini ditujukan untuk mendukung rangkaian panjang dan menambah kapasitas layanan.
Okupansi dan data penumpang
KAI mencatat jumlah pengguna Commuter Line rute Rangkasbitung mencapai 77.552.716 orang sepanjang 2025. Angka ini menempatkan tingkat okupansi rute pada 161 persen dan memicu kerja cepat untuk peningkatan infrastruktur.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pertumbuhan penumpang yang pesat dipengaruhi keterbatasan sarana dan infrastruktur. KAI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk mempercepat modernisasi lintas tersebut.
Permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai langkah peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,
Penguatan kelistrikan
Sebagai langkah awal, KAI akan menambah sebelas gardu traksi untuk memperkuat pasokan listrik aliran atas. Penguatan ini penting untuk mengoperasikan rangkaian dengan stamformasi 12 kereta yang membutuhkan daya lebih besar.
Saat ini kapasitas listrik di lintas Rangkasbitung beroperasi pada 3.000 volt, sedangkan rute Bogor sudah berkapasitas 4.000 volt. Perbedaan ini menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan pengoperasian rangkaian panjang pada lintas Rangkasbitung.
Modernisasi persinyalan
Selain peningkatan daya, modernisasi sistem persinyalan juga direncanakan. Sistem persinyalan blok tertutup yang sekarang dipakai membatasi frekuensi perjalanan, sehingga perlu pembaruan untuk menambah pergerakan kereta per jam.
Bobby menambahkan bahwa perbaikan persinyalan akan memperpendek waktu tunggu kereta di stasiun dan membantu pemerataan distribusi penumpang pada jadwal harian.
Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan. Dengan langkah tersebut, kapasitas angkut dapat bertambah dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,
Dampak dan prospek
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut proyek ini sebagai investasi jangka panjang. Penguatan infrastruktur diharapkan mendukung pertumbuhan wilayah penyangga di barat Jakarta dan meningkatkan kenyamanan perjalanan komuter.
Kolaborasi antara KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan Commuter Line Rangkasbitung. Melalui penguatan infrastruktur dan sistem operasi yang dilakukan secara bertahap, kapasitas layanan dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat memperoleh perjalanan yang semakin nyaman, aman, dan andal di masa mendatang,
Secara garis besar, rencana penambahan gardu traksi dan modernisasi persinyalan ditargetkan untuk mengatasi batasan kelistrikan dan meningkatkan frekuensi layanan. Implementasi bertahap akan menentukan seberapa cepat masyarakat dapat merasakan peningkatan kapasitas angkut dan kenyamanan perjalanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...
Komisi VI Apresiasi Kinerja Positif Pelindo Semester I 2026
Komisi VI DPR mengapresiasi capaian positif Pelindo Semester I 2026 setelah kunjungan kerja di Surabaya; Pel...