BMKG: Waspada Hujan Lebat hingga 19 Juni, 22 Wilayah Terdampak
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan potensi hujan sedang hingga lebat masih berlangsung hingga 19 Juni 2026. Peringatan itu mencakup 22 wilayah di Indonesia, dengan sebagian besar daerah terdampak berada di Pulau Sumatra. BMKG menekankan masyarakat tetap waspada meski musim kemarau mulai meluas.
Ringkasan peringatan dan kondisi saat ini
Dalam laporan peringatan dini periode 17-19 Juni 2026, BMKG mencatat ada peluang hujan lebat di 22 wilayah. Meski musim kemarau telah memasuki sekitar 28,6 persen wilayah hingga akhir Mei 2026, kondisi atmosfer regional dan lokal masih mendukung pembentukan awan hujan.
"Meski demikian, hujan masih tetap berpeluang terjadi. Karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah,"
Fenomena iklim yang memengaruhi
BMKG mengidentifikasi beberapa fenomena atmosfer dan iklim yang meningkatkan peluang hujan. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +0,81, sementara Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -22,3, mengindikasikan kecenderungan menuju fase hangat ENSO.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini bergerak pada fase 8 hingga fase 1. Pengaruh langsung MJO terhadap Indonesia relatif tidak dominan, namun tetap mampu memicu pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.
Daerah yang berisiko karena gelombang atmosfer
BMKG menyebut beberapa wilayah yang potensial terdampak oleh pengaruh MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial. Daerah-daerah tersebut meliputi:
- Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara (terkena pengaruh MJO dan Gelombang Kelvin)
- Sulawesi Utara dan Maluku Utara (terpengaruh MJO)
- Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara (terpengaruh Gelombang Kelvin)
- Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara (terpengaruh Gelombang Rossby)
Imbauan dan langkah antisipasi
BMKG meminta masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi tiba-tiba. Antisipasi diperlukan untuk mengurangi risiko genangan, banjir lokal, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
BMKG juga mengimbau publik untuk terus mengikuti informasi cuaca terkini di situs resmi BMKG atau saluran informasi resmi setempat.
Prospek cuaca ke depan
Meski musim kemarau diperkirakan meluas sepanjang Juni, dinamika atmosfer regional dan lokal berpotensi menimbulkan hujan di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah antisipasi bila hujan lebat terjadi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...
18 Agustus: Hari Konstitusi dan Hari Penelitian Kanker Payudara
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi RI dan World Breast Cancer Research Day, sementara HUT M...
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...
Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M7,7 di Manggarai Timur
Basarnas mengevakuasi tiga korban gempa M7,7 di Manggarai Timur pada 18 Agustus 2026; semua korban dirujuk k...
Menpora Maknai HUT ke-81 RI: Keberanian Kibarkan Merah Putih
Menpora Erick Thohir memaknai HUT ke-81 RI sebagai keberanian mengibarkan Merah Putih di panggung internasio...
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...