Teknologi

Peringatan Dini Gempa Lindungi Industri dan Infrastruktur Vital

Bagikan:
Ilustrasi sistem peringatan dini gempa dan infrastruktur industri

Sistem peringatan dini gempa berperan penting tidak hanya untuk keselamatan masyarakat, tetapi juga untuk melindungi industri dan infrastruktur vital. Pernyataan itu disampaikan Dr. Mizan Bisri dari Asian Disaster Reduction Center (ADRC) dalam webinar kolaboratif BRIN dan BMKG secara daring pada Senin, 18 Mei 2026. Ia menekankan bahwa pengembangan sistem ini di Indonesia sedang dilaksanakan melalui program SATREPS 2025-2029, dimulai di Jawa bagian barat sebagai langkah awal menuju sistem nasional.

Peran EEWS bagi industri dan infrastruktur

Menurut Mizan, di Jepang Earthquake Early Warning System (EEWS) digunakan luas oleh pemerintah dan sektor swasta. Sistem ini memanfaatkan jeda antara gelombang awal dan gelombang utama untuk memberi peringatan singkat sebelum guncangan kuat tiba. Dengan waktu tersebut, perusahaan dapat menghentikan proses berisiko, memutus pasokan listrik, atau mengaktifkan prosedur darurat otomatis.

"Tujuannya bukan hanya menyelamatkan manusia, tetapi juga melindungi aset dan menjaga keberlangsungan operasional bisnis,"

Contoh penerapan: kereta cepat dan semikonduktor

Contoh paling konkret adalah penerapan EEWS pada kereta cepat Shinkansen. Ketika sensor mendeteksi gempa, sistem otomatis memutus aliran listrik dan mengaktifkan rem darurat sebelum guncangan kuat tiba. Semua proses berlangsung otomatis tanpa campur tangan manusia, sehingga mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan rel maupun kereta.

Industri semikonduktor juga menjadi pengguna utama EEWS karena sensitivitas tinggi terhadap getaran. Mizan menjelaskan bahwa getaran kecil dapat merusak produk bernilai tinggi dalam hitungan detik, sehingga banyak perusahaan menghubungkan peringatan gempa dengan mesin produksi agar berhenti otomatis saat terdeteksi.

Integrasi sistem regional dan sensor lokal

Di Jepang, data gempa dari Japan Meteorological Agency diteruskan melalui perusahaan perantara dan dikustomisasi sesuai kebutuhan tiap pengguna. Banyak perusahaan besar menggabungkan peringatan regional dengan sensor lokal untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi peringatan palsu.

"Setiap perusahaan memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda, sehingga sistemnya harus dikustomisasi sesuai jenis bisnis dan aset yang ingin dijaga,"

"Sebagian besar industri besar di Jepang menggunakan kombinasi sistem regional dan sensor lokal mereka sendiri,"

Kerja sama riset dan penerapan di Indonesia

Program SATREPS 2025-2029 antara Indonesia dan Jepang bertujuan membangun sistem peringatan dini gempa dan respons terpadu di Jawa bagian barat sebagai pilot project. BRIN dan BMKG mendorong sistem yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga mampu mendukung sektor transportasi dan industri.

"Melalui webinar ini, BRIN bersama BMKG terus mendorong pengembangan sistem peringatan dini gempa yang tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat umum, tetapi juga dapat mendukung sektor industri dan transportasi di Indonesia,"

Bukan solusi tunggal

Mizan mengingatkan bahwa EEWS bukanlah solusi tunggal. Teknologi ini harus dilengkapi bangunan tahan gempa, kesiapan masyarakat, prosedur kedaruratan, dan inspeksi pasca gempa untuk mengurangi risiko secara menyeluruh.

"Peringatan dini gempa hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan upaya pengurangan risiko bencana,"

Pengalaman Jepang diharapkan menjadi pelajaran penting dalam membangun sistem mitigasi gempa yang lebih siap dan terintegrasi di Indonesia ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait