Lokal

BMKG Sumut Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 22 Agustus

Bagikan:
Ilustrasi awan hujan dan petir di langit Sumatera Utara

MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Sabtu, 22 Agustus. Peringatan berlaku mulai sekitar 17.10 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga 20.30 WIB.

Wilayah terdampak

BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem terjadi di sejumlah kabupaten, kota, dan perairan. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi:

  • Perairan Danau Toba
  • Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan
  • Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat
  • Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Dairi
  • Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Samosir
  • Serdang Bedagai
  • Kabupaten Karo, Tapanuli Tengah, Toba
  • Asahan, Pakpak Bharat, Padang Lawas Utara, Padang Lawas
  • Labuhanbatu Utara dan beberapa wilayah di Kepulauan Nias

Rincian untuk Kota Medan

Di Kota Medan, BMKG merinci beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Kecamatan tersebut antara lain:

  • Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang
  • Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia
  • Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli
  • Medan Belawan, Medan Amplas, Medan Marelan

Imbauan dan potensi dampak

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Risiko yang perlu diwaspadai meliputi banjir, pohon tumbang, dan longsor di daerah rawan.

Selain itu, gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir juga berpotensi terjadi. Masyarakat diimbau memperhatikan keselamatan saat berada di luar ruangan dan mengamankan barang-barang yang mudah diterbangkan angin.

Pantau informasi resmi

BMKG meminta warga terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi lembaga. Dengan pemantauan berkala, masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat.

Waspada dan kesiapsiagaan menjadi kunci mengurangi risiko selama periode cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga malam hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait