Penumpang Bus Poda Nauli Meninggal di Pintu Keluar Tol Sinaksak
SIMALUNGUN — Seorang penumpang bernama Aditya Angga Cassano Sihombing (21) ditemukan meninggal dunia di pintu keluar Tol Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, pada Minggu, 2 Agustus. Korban merupakan penumpang bus Poda Nauli jurusan Medan–Sibolga. Polisi menduga penyebab kematian akibat kondisi penyakit yang diderita korban, bukan perbuatan pidana.
Kronologi penemuan
Menurut Kapolsek Dolok Batunanggar, Iptu Rido V Pakpahan, korban sempat berpindah ke bus pengganti setelah bus yang ditumpangi rusak di pintu keluar tol. Saat proses pemindahan, korban tiba-tiba terjatuh dan langsung tergeletak di jalan. Petugas medis tol dan penumpang segera mengevakuasi, namun korban dinyatakan meninggal di lokasi.
"Korban tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia saat hendak berpindah bus, karena bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin di Pintu Keluar Tol Sinaksak," ujar Iptu Rido.
Petugas loket sempat menolak keberangkatan korban karena melihat kondisi kesehatannya melemah. Namun menurut keterangan sopir, tiket korban sudah dipesan oleh keluarga dari Sibolga sehingga korban tetap berangkat.
"Petugas loket sebenarnya sudah berusaha menolak keberangkatan korban karena melihat kondisi kesehatannya yang melemah, namun korban tetap memaksa untuk berangkat," kata Iptu Rido V. Pakpahan.
Barang bukti yang diamankan
Pihak kepolisian menyita sejumlah barang milik korban sebagai bukti dan untuk membantu proses identifikasi. Barang-barang tersebut antara lain ditemukan di dalam tas korban.
- Tas sandang berisi berkas seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban
- Obat-obatan
- Charger dan parfum
- Kunci gembok dan sepasang sandal
- Dua unit ponsel, merek Oppo dan iPhone
Proses identifikasi dan penanganan jenazah
Jenazah dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim Inafis Polres Simalungun melakukan pengambilan sidik jari serta pemeriksaan luar. Menurut pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Berdasarkan pemeriksaan luar di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya," terang Iptu Rido V. Pakpahan.
Klasifikasi kasus dan kondisi keluarga
Kepolisian menetapkan kejadian ini sebagai non-pidana. Perwakilan keluarga telah tiba di rumah sakit untuk mengurus jenazah. Pihak rumah sakit masih menuntaskan administrasi sebelum jenazah diberangkatkan ke Sibolga.
Proses penanganan jenazah dan pemeriksaan identitas akan dilanjutkan sesuai prosedur, sementara keluarga menerima keterangan bahwa penyebab kematian diduga akibat sakit parah yang diderita korban.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...