Hiburan

Jumlah Penonton Naik, Menbud: Industri Film Indonesia Kian Bergairah

Bagikan:
Penonton bioskop sebagai ilustrasi lonjakan jumlah penonton film Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai industri film Indonesia menunjukkan tren positif pada 2026. Ia menyebut jumlah penonton telah menembus lebih dari 80 juta dan terus meningkat, yang terlihat dari banyaknya film nasional yang masuk box office. Pernyataan ini disampaikan usai konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI) di Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menambahkan bahwa Jakarta berpeluang jadi pusat perfilman nasional seiring capaian tersebut.

Lonjakan penonton dan indikator pertumbuhan

Fadli Zon menyatakan kenaikan jumlah penonton menjadi indikator utama kebangkitan sektor perfilman. Menurutnya, data penonton terus naik dari 2024 ke 2025 dan diperkirakan bertambah sepanjang 2026. Peningkatan itu terlihat pada paruh pertama 2026, saat sejumlah film nasional sukses menarik audiens besar.

"Jadi selalu ada peningkatan rekor kita, dari 2024 ke 2025, 2026, saya yakin juga akan meningkat. Apalagi di tahun ini juga banyak film Indonesia masuk ke box office,"

Lebih banyak film meraih box office

Fadli Zon menilai pola keberhasilan film kini lebih merata. Jika tahun 2025 didominasi beberapa judul besar seperti "Jumbo" atau "Agak Laen", pada 2026 lebih banyak judul yang meraih status box office. Kondisi ini menandakan perkembangan kualitas dan keberagaman karya perfilman nasional.

"Di tahun 2025 memang spesial ada film seperti Jumbo atau Agak Laen yang jumlah penontonnya besar. Tapi dari jumlah box office-nya lebih sedikit, sekarang lebih variatif,"

Sumber cerita lokal sebagai modal utama

Menurut Menbud, kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber cerita yang luas bagi sineas. Dengan ribuan pulau dan sekitar 1.340 etnis, cerita yang bisa diangkat sangat beragam, mulai dari kehidupan masyarakat adat hingga dinamika perkotaan. Ia menekankan bahwa kreativitas, imajinasi, dan kualitas penulisan skenario menjadi kunci menciptakan karya unggul.

"Film Indonesia memiliki sumber cerita yang sangat besar dari kekayaan budaya bangsa. Dengan 1.340 etnis yang tersebar di berbagai daerah, cerita yang dapat diangkat mencakup kehidupan masyarakat adat hingga perkotaan,"

Jakarta sebagai pusat perfilman

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyambut baik tren ini. Ia yakin Jakarta akan makin berkembang sebagai pusat perfilman nasional, didukung kemampuan industri kreatif yang menembus pasar internasional. Menurut Rano, hak distribusi yang laris di berbagai negara membuktikan daya saing karya anak bangsa.

"Keberhasilan film Indonesia membuktikan industri kreatif nasional memiliki daya saing kuat dalam menghadapi persaingan global saat ini. Hak distribusi yang terjual ke banyak negara menunjukkan karya anak bangsa semakin diterima pasar internasional luas,"

Dengan kenaikan penonton dan ragam cerita lokal, prospek industri film Indonesia dipandang semakin solid. Tantangannya kini adalah menjaga kualitas produksi dan skenario agar momentum pertumbuhan ini berkelanjutan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait