5 Lagu Nasional yang Selalu Mengiringi Upacara Kemerdekaan
Memasuki bulan Agustus, lima lagu nasional kembali mengiringi upacara dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu-lagu ini tidak hanya pengiring acara, tetapi juga menyimpan pesan perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air.
Lima lagu yang rutin dinyanyikan
Berikut lima lagu yang hampir selalu hadir dalam perayaan kemerdekaan, beserta makna dan peranannya dalam upacara.
Indonesia Raya
Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Saat itu lagu dimainkan dengan biola tanpa dinyanyikan agar tidak menimbulkan kecurigaan pemerintah kolonial.
Setelah Indonesia merdeka, lagu ini ditetapkan sebagai lagu kebangsaan dan menjadi bagian wajib dalam upacara kenegaraan.
Hari Merdeka ("17 Agustus Tahun '45")
Lagu Hari Merdeka diciptakan oleh Husein Mutahar. Lagu ini juga dikenal dengan judul "17 Agustus Tahun '45".
Lagu menggambarkan semangat rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu, lagu ini kerap dinyanyikan pada upacara dan perlombaan HUT RI.
Bagimu Negeri
Bagimu Negeri merupakan karya komponis Kusbini. Meski berdurasi singkat, lagu ini memuat pesan kuat tentang pengorbanan dan pengabdian pada bangsa.
Lagu ini sering dipilih sebagai lagu penutup pada berbagai upacara resmi karena maknanya yang padat dan khidmat.
Berkibarlah Benderaku
Berkibarlah Benderaku diciptakan oleh Saridjah Niung, yang lebih dikenal sebagai Ibu Sud. Lagu ini mengajak masyarakat menghormati Sang Merah Putih sebagai lambang negara.
Ibu Sud dikenal luas sebagai pencipta lagu anak, namun karyanya yang bertema nasional terus dinyanyikan lintas generasi.
Syukur
Syukur juga karya Husein Mutahar. Lagu ini berbeda dari Hari Merdeka karena memiliki tempo lebih tenang dan penuh khidmat.
Makna lagu mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan sebagai anugerah Tuhan. Karena itu, Syukur sering dinyanyikan pada bagian akhir upacara kenegaraan.
Makna dan relevansi
Meski diciptakan puluhan tahun lalu, kelima lagu ini tetap relevan. Selain menjadi pengiring upacara, lagu-lagu itu berfungsi sebagai pengingat perjuangan, simbol persatuan, dan ekspresi cinta terhadap Tanah Air.
Setiap tahun, ketika lagu-lagu ini berkumandang, generasi muda diingatkan kembali atas nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
No Na Rilis 'Star', Angkat Identitas Indonesia lewat Island Pop
No Na merilis 'Star' pada 18 Sep 2026, memadukan pop modern, referensi gamelan, dan nuansa tropis sebagai pe...
Film Horor Indonesia Meluncur di IHFFM 2026, Tayang di Melbourne
IHFFM 2026 diumumkan di Jakarta; festival memutar film horor bertema mitologi Indonesia di The Capitol, Melb...
Rekomendasi Film Adaptasi Gim, Termasuk Resident Evil (2026)
Tujuh rekomendasi film adaptasi gim untuk ditonton, termasuk Resident Evil yang tayang di Indonesia 16 Septe...
Produser Janji Bangun Rumah Singgah Jika Film Istimewa Capai 1 Juta
Produser film Istimewa berjanji membangun Rumah Singgah di tiap provinsi jika film mencapai satu juta penont...
Netflix Produksi Narnia: The Magician’s Nephew, Rilis Feb 2027
Netflix produksi film Narnia karya C. S. Lewis, sutradara Greta Gerwig; rilis bioskop 12 Feb 2027 dan tayang...
The Scandal Tayang di Netflix: Romansa Berbahaya di Era Joseon
The Scandal tayang di Netflix 18 Sept 2026; romansa berbahaya berlatar Joseon dengan Son Ye-jin, Ji Chang-wo...