UMKM PanBers Dorong Ekonomi NTT lewat Olahan Tuna
UMKM PanBers memanfaatkan potensi maritim Nusa Tenggara Timur untuk menghasilkan produk olahan ikan tuna dan memperkuat ekonomi daerah. Pemilik usaha, Yohanis Pandie, S.Pi, menegaskan pentingnya standar mutu, pasokan bahan baku berkualitas, dan modernisasi proses produksi pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Pemanfaatan potensi laut NTT
Usaha mikro ini berfokus pada pengolahan hasil laut, terutama tuna, yang menjadi bahan baku utama. Dengan melimpahnya sumber daya pesisir, UMKM PanBers memproses ikan menjadi produk bernilai tambah untuk pasar lokal dan nasional.
Keahlian dan standar mutu sebagai modal utama
Yohanis Pandie memanfaatkan pengalaman sebagai mantan inspektur mutu di laboratorium perikanan dan pembina perusahaan ekspor di Dinas Perikanan dan Kelautan NTT. Pengalaman itu menjadi dasar penerapan standar mutu yang ketat dalam seluruh rantai produksi.
"UMKM lokal merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional jika dikelola dengan standar mutu yang baik,"
Rantai dingin dan keamanan pangan
Untuk menjaga kualitas bahan baku, PanBers memilih pasokan ikan dari perusahaan yang menerapkan standar internasional. Selain itu, mereka menerapkan sistem rantai dingin yang ketat untuk memastikan kesegaran dan keamanan pangan.
"Kami menerapkan sistem rantai dingin yang ketat untuk menjaga kesegaran ikan,"
Diversifikasi produk olahan
PanBers mengembangkan berbagai produk olahan untuk meningkatkan nilai jual dan memperluas pangsa pasar. Diversifikasi ini juga menunjukkan kemampuan UMKM mengubah bahan baku lokal menjadi produk siap jual.
- Abon tuna
- Se'i tuna
- Dendeng tuna
- Rendang tuna
- Sambal goreng tuna
- Bakso ikan dan nugget ikan
- Kaki naga, sate tuna, pangsit samosa tuna
- Amplang tenggiri dan stik tuna
- Selai dari rumput laut
"Kombinasi antara kearifan lokal dan modernisasi merupakan kunci utama bagi UMKM-NTT untuk menembus pasar yang lebih luas,"
Dampak dan prospek
Dengan memadukan bahan baku lokal, standarisasi mutu, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM seperti PanBers membuktikan kemampuan produk NTT bersaing di tingkat nasional. Pendekatan ini membuka peluang pasar lebih luas dan memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ke depan, keberlanjutan pasokan bahan baku dan konsistensi mutu menjadi kunci agar produk olahan dari NTT terus berkembang dan diakui di pasar yang lebih luas.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Staf Khusus Wapres Tinjau Sistem Kelistrikan PLN Jakarta Raya
Staf Khusus Wapres meninjau sistem pengendalian distribusi PLN Jakarta Raya pada 3 Agustus 2026 untuk memast...
Mei 2026: Pengangguran 7,22 Juta Orang, TPT 4,65%
BPS: Mei 2026 pengangguran 7,22 juta orang, turun 24 ribu dari Feb; TPT 4,65 persen.
KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk Jan–Jul 2026, Peran Logistik
KAI mengangkut 13.920 ton pupuk Jan–Jul 2026, naik 2,43%; Juli tercatat 1.800 ton sebagai puncak bulanan dan...
Indeks Kepuasan Pelanggan KAI Semester I 2026 Capai 4,53
Indeks kepuasan pelanggan KAI Semester I 2026 tercatat 4,53; survei melibatkan 3.160 responden dan 2,2 juta...
Rupiah Menguat di Tengah Harapan Perdamaian Timur Tengah
Rupiah ditutup menguat 0,52% ke Rp17.933 per USD seiring harapan kemajuan mediasi perdamaian Timur Tengah da...
Pengguna Stasiun Citeras Naik 13%: Hunian dan Wisata Dorong Lonjakan
Pengguna Stasiun Citeras naik 13% akhir pekan jadi 1.400 orang; hunian baru dan wisata dorong lonjakan, kata...