Ekonomi

UMKM Banyumas Melonjak, Pendampingan Jadi Kunci Naik Kelas

Bagikan:
Peserta pelatihan vokasi kuliner UMKM Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto

Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas meningkat tajam dari sekitar 90 ribu unit pada 2024 menjadi lebih dari 230 ribu unit pada 2025. Lonjakan ini terungkap saat Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membuka Pelatihan Vokasi Kuliner Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diselenggarakan PNM di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (4/8/2026). Pemerintah daerah dan pelaku pembiayaan menilai pendampingan dan akses modal menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.

Lonjakan jumlah UMKM

Peningkatan dari 90 ribu ke lebih dari 230 ribu unit usaha dalam satu tahun menunjukkan minat berwirausaha yang kuat di Banyumas. Pertumbuhan ini mencerminkan masuknya pelaku baru, termasuk kalangan keluarga prasejahtera yang mulai membuka usaha mikro.

Kebutuhan pendampingan dan modal

Bupati Sadewo menekankan bahwa semangat berwirausaha harus diimbangi dengan penguatan kapasitas. Menurutnya, akses permodalan, pendampingan intensif, dan peningkatan keterampilan menjadi syarat agar usaha tidak hanya bertambah kuantitasnya tetapi juga berkualitas.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat berwirausaha masyarakat Banyumas terus tumbuh

Sadewo juga menyoroti pentingnya pemasaran digital sebagai bagian dari pembinaan. Ia menyatakan kemampuan memasarkan produk secara kreatif menjadi faktor penentu untuk menjangkau pasar lebih luas di era digital.

Hal ini sangat penting, karena di era digital saat ini, kualitas produk harus diiringi dengan kemampuan memasarkan produk secara kreatif dan efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas

Peran PNM dan pelatihan vokasi

Pimpinan PNM Cabang Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, menyebut pembiayaan saja tidak cukup untuk memberdayakan UMKM. PNM memasukkan elemen pengetahuan, keterampilan, dan inovasi dalam program pendampingan agar produk lebih berkualitas dan pemasaran lebih kuat.

Hari ini kami mengundang 150 ibu-ibu pengusaha kuliner yang merupakan mitra binaan kami. Melalui pelatihan ini kami ingin membantu mereka meningkatkan kualitas produk, memperkuat pemasaran, memperbaiki pengelolaan usaha, serta memanfaatkan peluang bisnis yang semakin berkembang

Dalam kegiatan tersebut PNM memberi pembekalan kepada 150 pelaku UMKM kuliner mitra binaannya. Materi meliputi pengembangan produk, strategi pemasaran digital, dan pengelolaan usaha agar para peserta lebih kompetitif.

Data pembiayaan dan dampak

Hingga Juli 2026, PNM telah membina 125.971 nasabah di Kabupaten Banyumas dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp973 miliar. Angka ini menunjukkan skala dukungan finansial sekaligus kebutuhan berkelanjutan untuk pendampingan teknis.

Dengan kombinasi pembiayaan dan pelatihan, pemerintah daerah bersama lembaga pembiayaan berharap UMKM, khususnya usaha yang dikelola perempuan, bisa menjadi pilar pertumbuhan ekonomi keluarga dan daerah. Ke depan, sinergi antara akses modal, pelatihan praktik, dan pemasaran digital akan menjadi penentu apakah lonjakan jumlah pelaku usaha tersebut berlanjut menjadi peningkatan kualitas dan daya saing.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait