UMKM Lebak Perluas Pasar Lewat Sinergi Lintas OPD
Pemerintah Kabupaten LebakUMKM melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah. Pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Lebak, pemerintah mendorong promo produk unggulan seperti kerajinan tenun Baduy dan Batik Lebak agar menjangkau pasar provinsi dan nasional.
Sinergi OPD untuk promosi terpadu
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak menggandeng sejumlah OPD untuk memperluas akses pemasaran. Kerja sama melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan.
Setiap OPD diberi peran spesifik sesuai tugasnya. Misalnya, Dinas Pariwisata fokus mengenalkan produk kepada wisatawan, sedangkan Dinas Perindustrian membantu pembinaan produksi.
Program dan kegiatan pemasaran
Untuk memperkenalkan produk lokal, pemerintah mengajak pelaku usaha mengikuti beragam kegiatan promosi. Bazar dan pameran rutin diselenggarakan pada agenda Pemkab Lebak dan di tingkat provinsi.
- Partisipasi bazar daerah
- Pameran tingkat Provinsi Banten
- Fasilitasi ke ajang berskala nasional
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan panggung untuk memamerkan produk dan membuka jaringan bisnis baru.
Kata narasumber
"Koordinasi lintas OPD sangat penting karena setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab dalam membantu mempromosikan produk-produk UMKM Kabupaten Lebak," kata Juli Zakiah, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak.
Juli Zakiah menambahkan bahwa promosi tidak hanya lewat perdagangan, melainkan juga melalui pariwisata dan pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal.
"Melalui bazar dan pameran, produk UMKM Lebak memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat luas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas," ujar Juli Zakiah.
Dampak dan prospek
Partisipasi aktif pelaku UMKM di pameran menciptakan peluang transaksi dan kemitraan. Selain meningkatkan penjualan, pameran juga berfungsi sebagai wadah jejaring antara produsen, pembeli, dan calon mitra usaha.
Pemkab Lebak berkomitmen melanjutkan kolaborasi lintas OPD agar produk unggulan daerah bisa bersaing di pasar regional maupun nasional. Ke depan, fokus akan diarahkan pada promosi berkelanjutan dan peningkatan kualitas produk untuk memperkuat daya saing.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...