Mahasiswa Brawijaya Dampingi UMKM Bono Pakai QRIS dan Google Maps
Pada 5 Agustus 2026, mahasiswa KKN Kelompok 23 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri menggelar program pendampingan digital untuk membantu tiga pelaku UMKM di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini meliputi pelatihan pemanfaatan QRIS, pendaftaran lokasi di Google Maps, desain logo, dan katalog produk digital. Tujuannya meningkatkan daya saing usaha lokal di pasar modern.
Langkah-langkah digitalisasi yang dilakukan
Tim KKN merancang intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing usaha. Pendampingan berlangsung intensif agar pemilik usaha mampu langsung menerapkan perubahan.
- Perancangan logo usaha untuk memperkuat identitas merek.
- Pendaftaran titik lokasi usaha di Google Maps agar mudah ditemukan pelanggan.
- Penyusunan katalog produk digital berformat flipbook.
- Fasilitasi pembuatan kode QRIS untuk transaksi nontunai.
Program ini juga dirancang agar sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan, khususnya poin tentang pertumbuhan ekonomi dan inovasi infrastruktur.
Kata pengurus program
Dosen Pembimbing Lapangan, Anissa Aprilia Nurkhasanah, menjelaskan tujuan utama program adalah memperkuat identitas usaha sekaligus menghadirkan sistem pembayaran modern.
"Ajakan tersebut diwujudkan melalui program pendampingan penguatan identitas merek dan sistem pembayaran digital guna meningkatkan daya saing usaha lokal di tengah persaingan pasar modern,"
Anissa menambahkan teknis yang diterapkan tim.
"Adapun teknologi tepat guna yang diterapkan mencakup perancangan logo usaha, pendaftaran titik lokasi di Google Maps, penyusunan katalog produk digital berformat flipbook, hingga fasilitasi pembuatan kode QRIS untuk transaksi nontunai,"
Penanggung Jawab Program Kerja Digitalisasi, Daun Risqyluna, menilai kegiatan ini sejalan dengan target SDGs.
"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami merasa bersyukur bisa membantu para pemilik usaha memanfaatkan perangkat digital demi memajukan bisnis mereka,"
Dampak langsung pada UMKM
Pemilik usaha menyatakan manfaat yang nyata dari pendampingan. Beberapa pelaku merasakan peningkatan kemudahan operasional dan jangkauan pelanggan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim mahasiswa yang sudah memfasilitasi pendaftaran QRIS serta merancang logo baru. Bantuan ini sangat berguna bagi keberlanjutan usaha kami,"
Salah satu pemilik usaha lain menyoroti manfaat pendaftaran di peta digital.
"Pendaftaran lokasi di Google Maps membuat tempat usaha kami lebih mudah ditemukan oleh para pelanggan,"
Pesan yang ditekankan tim adalah agar pelaku UMKM tidak takut beralih ke teknologi. Dengan perangkat yang sederhana seperti ponsel, usaha kecil bisa lebih mudah bersaing dan menjangkau konsumen di luar desa.
Ke depan: kemandirian dan keberlanjutan
Mahasiswa berencana memberikan pembekalan lanjutan agar pemilik usaha mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Langkah ini diharapkan mendukung kemandirian ekonomi desa dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Kesimpulan: Inovasi sederhana—logo menarik, lokasi terpetakan, dan pembayaran nontunai—terbukti membantu mengurangi hambatan literasi teknologi dan membuka peluang pasar baru bagi UMKM Desa Bono.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...