Kemendikdasmen Perkuat PAUD dalam Wajib Belajar 13 Tahun
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari implementasi Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan ini diumumkan dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan dasar dan menjangkau layanan sejak usia dini. Pernyataan resmi disampaikan oleh Menteri Abdul Mu'ti melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Penguatan PAUD sebagai bagian Wajib Belajar 13 Tahun
Kemendikdasmen menegaskan bahwa penguatan PAUD menjadi langkah awal dalam memastikan setiap anak mendapat pengalaman belajar yang baik sejak dini. Program ini menyasar berbagai jenis layanan seperti taman kanak-kanak, kelompok bermain, dan penitipan anak untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan.
Fokus kebijakan adalah memperluas jangkauan dan memperbaiki mutu layanan sehingga dukungan terhadap pendidikan dasar menjadi lebih kuat dan berkesinambungan.
Fokus pada mutu pendidikan dasar
Menurut Menteri Abdul Mu'ti, pendidikan dasar merupakan fondasi perkembangan akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, penguatan mutu guru, proses pembelajaran, karakter, serta kecakapan sosial menjadi prioritas utama kementerian.
"Kami berkomitmen memperkuat pendidikan anak usia dini. Kami juga memberi perhatian kepada kelompok bermain dan penitipan anak,"
Mu'ti menegaskan bahwa pengalaman belajar pada usia dini sangat menentukan keberhasilan jenjang pendidikan berikutnya, sehingga kualitas layanan PAUD terus menjadi perhatian.
Data dan kebijakan berbasis kebutuhan daerah
Kemendikdasmen memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk menyusun kebijakan yang responsif terhadap kondisi daerah. Pemetaan menggunakan Dapodik membantu menyelaraskan program dengan kebutuhan lokal, sehingga implementasi menjadi lebih tepat sasaran.
Pendekatan berbasis data ini juga diarahkan untuk memastikan distribusi sumber daya dan intervensi yang lebih efektif pada tingkat kabupaten/kota.
Dampak dan tujuan jangka panjang
Melalui serangkaian kebijakan tersebut, kementerian berharap tercipta pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing. Langkah ini diharapkan mendukung terbentuknya generasi Indonesia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Pendidikan dasar adalah fondasi. Kualitas guru, pembelajaran, karakter, dan kecakapan sosial harus menjadi perhatian utama,"
Upaya pemantapan PAUD dan peningkatan mutu pendidikan dasar merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menko: PNM Mekaar Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan
Menko Muhaimin: PNM Mekaar memberdayakan 23,3 juta perempuan dan 13 juta ibu menjadi tulang punggung ekonomi...
PU Optimalkan Jaringan Irigasi Lima Bendungan Dukung Swasembada
Kementerian PU mempercepat jaringan irigasi lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo untuk mendukung...
PKP dan ATR/BPN Percepat Penyediaan Lahan Negara untuk Hunian
PKP dan ATR/BPN bersinergi dengan Satgas Anti Mafia Tanah untuk percepat penyediaan lahan negara bagi hunian...
Idrus Marham Dorong Sinergi NU dan Pemerintah Demi Rakyat
Idrus Marham mendorong sinergi NU dan pemerintah agar program pro-rakyat terlaksana; harap Muktamar NU ke-35...
Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie
Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima pengunduran diri Jampidsus Febrie Adriansyah pada 11 Juli 2026 setelah d...
Menteri PKP Tegaskan Kualitas Rumah Subsidi Jadi Prioritas APERSI
Menteri PKP minta APERSI pertahankan jumlah dan kualitas rumah subsidi, kawal pembebasan BPHTB dan operasion...