Bulog Siapkan 'Beras Kita' SPHP Premium untuk Tekan Harga
Perum Bulog menyiapkan program beras SPHP premium bernama Beras Kita untuk meredam kenaikan harga beras premium yang terjadi di beberapa daerah. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat pernyataan di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia.
Rencana SPHP Premium dan Tujuan
Bulog menyatakan selama ini program SPHP hanya menyalurkan beras kategori medium. Namun kenaikan harga justru terjadi pada produk premium sehingga dibutuhkan instrumen khusus. Bulog telah mengusulkan penyediaan beras SPHP premium kepada Menteri Pertanian dan Menko Pangan sebagai bahan pertimbangan kebijakan pemerintah.
Kami menyarankan ke Pak Menteri Pertanian maupun Pak Menko Pangan untuk menentukan kebijakan berikutnya. Untuk kenaikan harga beras premium ini kami juga adakan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita, ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Harga, Kuota, dan Mekanisme Penyaluran
Bulog masih belum menetapkan harga jual maupun besaran alokasi untuk program ini. Penentuan harga dan kuota akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait. Salah satu acuan yang dipertimbangkan pemerintah adalah HET beras premium Rp14.900 per kilogram.
Selain harga, pemerintah juga akan menghitung biaya produksi beras premium agar kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha, jelas Rizal.
Bulog menyebut penetapan kuota sejak awal berisiko tidak sesuai kondisi pasar. Oleh karena itu distribusi akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan permintaan di lapangan.
Hubungan dengan Produksi dan Permintaan
Rizal menilai peningkatan produksi beras nasional mendorong perubahan pola konsumsi. Di kota-kota besar, konsumen cenderung beralih ke beras premium. Hal ini jadi alasan Bulog menghadirkan varian SPHP yang lebih sesuai dengan preferensi pasar.
Komposisi antara beras SPHP medium dan premium akan ditentukan berdasarkan evaluasi kebutuhan masyarakat agar distribusi berjalan lebih efektif, ujarnya.
Dampak yang Diharapkan
Dengan hadirnya Beras Kita, Bulog berharap operasi pasar dapat menekan lonjakan harga pada segmen premium serta menjaga ketersediaan barang di pasar. Program ini juga diharapkan memberi keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha melalui pertimbangan biaya produksi dan HET.
Rencana penyaluran beras SPHP premium akan terus digodok bersama kementerian terkait, termasuk arahan terkait penyediaan 2 juta ton beras komersial yang masih menjadi bagian dari pembahasan skema distribusi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menko: PNM Mekaar Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan
Menko Muhaimin: PNM Mekaar memberdayakan 23,3 juta perempuan dan 13 juta ibu menjadi tulang punggung ekonomi...
PU Optimalkan Jaringan Irigasi Lima Bendungan Dukung Swasembada
Kementerian PU mempercepat jaringan irigasi lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo untuk mendukung...
PKP dan ATR/BPN Percepat Penyediaan Lahan Negara untuk Hunian
PKP dan ATR/BPN bersinergi dengan Satgas Anti Mafia Tanah untuk percepat penyediaan lahan negara bagi hunian...
Idrus Marham Dorong Sinergi NU dan Pemerintah Demi Rakyat
Idrus Marham mendorong sinergi NU dan pemerintah agar program pro-rakyat terlaksana; harap Muktamar NU ke-35...
Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie
Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima pengunduran diri Jampidsus Febrie Adriansyah pada 11 Juli 2026 setelah d...
Menteri PKP Tegaskan Kualitas Rumah Subsidi Jadi Prioritas APERSI
Menteri PKP minta APERSI pertahankan jumlah dan kualitas rumah subsidi, kawal pembebasan BPHTB dan operasion...