Satpol PP Aceh Selatan Bongkar Jaringan Pemasok Tuak
Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Selatan melakukan penertiban minuman keras pada Sabtu malam (17/10) di Taman Pala Indah, Tapaktuan. Enam pemuda kedapatan mengonsumsi tuak, tiga di antaranya masih berstatus pelajar. Petugas juga mengamankan seorang terduga penjual dan menyita 15 liter tuak yang diduga dipasok dari Sibolangit, Sumatera Utara.
Penindakan dan penangkapan
Operasi berlangsung di ruang publik kota Tapaktuan dan langsung menindak pelaku di lokasi. Keenam pemuda dibawa oleh petugas untuk proses pembinaan. Sementara seorang terduga penjual diamankan secara terpisah bersama barang bukti.
- Jumlah pemuda: 6 orang
- Pelajar terlibat: 3 orang
- Barang bukti: 15 liter tuak
Penelusuran asal pasokan
Temuan 15 liter tuak memicu penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri jalur distribusi. Menurut keterangan awal, pasokan berasal dari Sibolangit, Sumatera Utara, namun informasi itu masih akan didalami oleh petugas.
"Kami tidak hanya melakukan penanganan terhadap mereka yang mengonsumsi, tetapi juga menelusuri aktivitas penjualannya. Keterangan yang telah diperoleh akan kami dalami untuk mengetahui sumber pasokan dan jalur peredarannya,"
Pembinaan dan pengawasan
Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Erdiansyah S.Pd, menyatakan keterlibatan pelajar menjadi perhatian serius. Ia menegaskan pembinaan akan diberikan agar para pemuda memahami konsekuensi perbuatan mereka dan tidak mengulangi tindakan serupa.
"Generasi muda, terlebih yang masih berstatus pelajar, seharusnya dapat menjauhi minuman terlarang dan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka,"
Selain penindakan, pihak satpol berencana memperketat pengawasan di lokasi yang rawan menjadi tempat konsumsi atau transaksi minuman terlarang. Pengawasan keluarga dan lingkungan juga disebut penting untuk mencegah keterlibatan remaja.
Langkah selanjutnya
Penanganan terhadap pihak yang diamankan akan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Satpol PP dan WH akan melanjutkan pendalaman terhadap jaringan pemasok untuk memutus alur peredaran tuak dari luar daerah ke Aceh Selatan.
Petugas mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga ketertiban ruang publik dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan minuman keras.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nasir Nurdin Kantongi 121 Dukungan Anggota PWI Aceh
Tim Pemenangan Nasir Nurdin menyatakan dukungan anggota PWI Aceh mencapai 121, melebihi syarat minimal 32 su...
Satpol PP Aceh Besar Awasi Kafe untuk Cegah Pelanggaran Syariat
Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Besar mengawasi kafe di Peukan Bada dan Suka Makmur, Sabtu (17/10), untu...
Pemkab Aceh Besar Dukung Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu
Pemkab Aceh Besar dukung Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak miskin; komitmen disampa...
Wabup Aceh Besar Tinjau Persiapan Lokasi MTQ ke-35 di Kuta Baro
Wabup Aceh Besar meninjau lokasi persiapan MTQ ke-35 di Kuta Baro pada 17 Oktober 2026; perataan lapangan su...
Wali Kota Sabang Ajak Dukung UMKM Ecoprint dan Jasa Lokal
Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengajak warga mendukung UMKM ecoprint dan jasa menjahit lokal saat membuk...
Wamenhan Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Utara
Wamenhan Jenderal TNI Richard Tampubolon menerima paparan progres pemulihan pascabencana dari Pemkab Tapanul...