Camat Penanggalan Tegaskan Larangan Politik Uang saat Pencabutan Nomor Urut
Subulussalam — Plt. Camat Penanggalan, Cari Dengan Bancin, mengingatkan para calon kepala kampong dan tim sukses untuk menghindari praktik politik uang saat pencabutan nomor urut calon, Selasa (4/7). Kegiatan itu digelar secara maraton di empat kampong: Cepu, Lae Motong, Lae Bersih, dan Lae Ikan.
Ajakan Hindari Politik Uang
Cari menyampaikan peringatan usai menerima laporan indikasi politik uang yang masih beredar jelang Pilkampong. Ia meminta semua pihak bertarung secara fair dan menjaga suasana kondusif agar kepala kampong terpilih sesuai pilihan masyarakat.
"Kita ingatkan dan tegaskan kepada semua kandidat, langsung maupun tidak langsung menghindari praktik politik uang,"
Proses Pencabutan dan Hadir
Pencabutan nomor urut di tiap kampong dipimpin langsung oleh Camat dan didampingi pengawas Pilkampong tingkat kecamatan serta Penjabat (Pj) kepala kampong. Acara juga dihadiri aparatur kampong, pengurus jamaah, Ketua BPK, dan masyarakat setempat.
Setiap sesi pencabutan nomor diakhiri dengan penyampaian visi dan misi kandidat yang dipandu Ketua Panitia Pemilihan Kepala Kampong (P2K) setempat.
Visi dan Misi Kandidat Utama
Di Lae Ikan, calon inkumben Herianto Solin (periode 2017-2023) memperoleh nomor urut 1, sedangkan pesaingnya Suryadi Lingga mendapat nomor urut 2. Kedua kandidat menyampaikan visi dan misi yang berfokus pada kesejahteraan dan transparansi pemerintahan kampong.
"Kami tidak menawarkan janji-janji yang muluk, tetapi niat tulus, kerja ikhlas dan pengabdian yang nyata,"
sambut Herianto saat memaparkan program untuk mendorong UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, serta menjaga ketertiban lingkungan.
"Bismillah, saya maju bukan karena ambisi, tetapi karena amanah,"
kata Suryadi, yang menekankan pemerintahan bersih, pengelolaan dana desa yang transparan, dan pemberdayaan pemuda.
Daftar Kandidat per Kampong
- Kampong Cepu: Unggul Cibro – Nasib Solin
- Lae Motong: Syahrun – Suryadi
- Lae Bersih: Ruduansyah Putra Angkat – Sudomo Cibro
- Lae Ikan: Herianto Solin – Suryadi Lingga
Unggul Cibro dan Ruduansyah merupakan kepala kampong periode 2017-2023, sementara lima kandidat lain adalah pendatang baru dalam kontestasi ini.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Dengan penekanan pada larangan politik uang dan pengawasan oleh P2K, penyelenggara berharap Pilkampong berjalan aman serta menghasilkan kepala kampong yang akuntabel. Masyarakat diminta tetap menjaga ketenangan dan menghindari provokasi yang dapat mengganggu proses demokrasi tingkat desa.
Selanjutnya, panitia akan mengatur tahapan kampanye resmi dan menyiapkan mekanisme pengawasan untuk memastikan pelaksanaan Pilkampong berjalan sesuai aturan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Tenggara Sahkan Perubahan APBK 2026 Rp1,145 T
DPRK Aceh Tenggara mengesahkan Raqan Perubahan APBK 2026 senilai Rp1.145.689.513.010 setelah evaluasi Gubern...
DPRD Sumut Mendesak Penambahan Bed Rumah Sakit karena Antrean BPJS
Wakil Ketua DPRD Sumut mendesak penambahan bed rumah sakit karena antrean pasien rujukan BPJS dan distribusi...
Perkebunan Sawit Diduga Ilegal Kuasai Ratusan Hektare di Asahan
Ratusan hektare lahan APL di Desa Sei Dua Hulu, Asahan, diduga dialihfungsikan jadi perkebunan sawit; kepala...
Kak Na Tinjau Pengungsian Banjir di Trumon, Aceh Selatan
Ketua TP PKK Aceh meninjau posko pengungsian di Trumon 4 Nov 2026, menyerahkan bantuan logistik dan menyorot...
Sergai Revisi Perda untuk Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemkab Sergai ajukan revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah untuk perkuat administrasi, kepastian huku...
Gubernur Aceh Temui Presiden Prabowo Bahas Otsus dan Blang Padang
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka 4/11 untuk membahas Dana Otsus, Blang...