PKS: Penanggulangan Kemiskinan Medan Belum Tuntas, Harga Ayam Melonjak
Medan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kota Medan menilai upaya penanggulangan kemiskinan masih menghadapi persoalan mendasar terkait pemenuhan hak dasar dan ketepatan sasaran program. Pernyataan itu disampaikan saat pembahasan Ranperda perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Gedung DPRD, Senin (7/9).
Masalah mendasar dalam strategi penanggulangan kemiskinan
Juru Bicara Fraksi PKS, Zulham Efendi, menyampaikan bahwa tantangan tidak semata ekonomi. Menurutnya, indikator kemiskinan juga berkaitan dengan akses layanan dasar dan akurasi data penerima manfaat.
Rapat paripurna tersebut memfokuskan diskusi pada perubahan regulasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi masyarakat miskin. Fraksi PKS meminta evaluasi menyeluruh terhadap program yang berjalan agar bantuan tepat sasaran.
Harga ayam potong tekan daya beli
Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap menyoroti lonjakan harga kebutuhan pokok. Ia mengkhawatirkan dampaknya terhadap pemenuhan gizi keluarga, mengingat ayam masih menjadi sumber protein utama bagi banyak warga.
Yang kita soroti bukan hanya kenaikan harga sembako secara umum, tetapi juga harga ayam potong mencapai Rp60.000, yang kenaikannya sangat drastis. Ini tentu sangat membebani masyarakat. Ayam merupakan kebutuhan pangan yang cukup banyak dikonsumsi warga.
Afandi menyebutkan angka Rp60.000 per kilogram sebagai titik perhatian. Lonjakan harga ini, kata dia, berpotensi memperburuk kerentanan ekonomi rumah tangga dan menuntut respons kebijakan cepat dari pemerintah kota.
Austin Tumengkol deklarasi maju Ketua PWI Sumut
Pemimpin redaksi Harian Waspada dan Waspada Online, Austin Tumengkol, menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara untuk periode 2026-2031. Deklarasi itu disampaikan di hadapan pimpinan dan jajaran redaksi di Medan.
Austin meminta dukungan penuh dari kolega dan keluarga besar media untuk menghadapi proses konferensi yang dijadwalkan akhir November mendatang. Langkah ini memicu perbincangan internal organisasi pers di daerah.
Implikasi dan langkah ke depan
Diskusi Ranperda dan sorotan terhadap kenaikan harga sembako menempatkan isu kemiskinan dan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas bagi DPRD dan pemerintah kota. Perubahan Perda diharapkan memuat mekanisme penanggulangan yang lebih responsif dan akurat.
Selanjutnya, DPRD dan Pemkot diperkirakan akan melanjutkan pembahasan teknis terkait revisi aturan, sementara pemantauan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian publik menjelang akhir tahun.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Verifikasi PUG Aceh 2025: IPG 93,11 Melampaui Rata-Rata Nasional
Pj Sekda Aceh pimpin verifikasi PUG 2025 di Banda Aceh; IPG Aceh naik ke 93,11 dan melampaui rata-rata nasio...
TPAK Perempuan Aceh 45,5%: Perhatian pada Kesehatan Psikososial
TPAK perempuan Aceh 45,50% (Februari 2026); tekanan psikososial dan perlindungan kerja perlu diperkuat untuk...
Wabup Aceh Besar Serukan Disiplin Lalu Lintas saat Operasi Patuh 2026
Wabup Aceh Besar ajak warga tingkatkan disiplin lalu lintas saat Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung 26...
Kejari Medan Kembalikan Berkas Ledakan, Jalan Dairi Dipersoalkan
Kejari Medan kembalikan berkas ledakan rumah ke penyidik (status P-19); Distrik Dairi soal proyek jalan; ban...
Terdakwa Indra Nasution Diduga Perantara Jual Beli Sabu di Medan
Indra Nasution ditangkap polisi menyamar saat diduga menjadi perantara jual beli sabu; jaksa menjeratnya den...
Porprovsu 2026 Ditunda ke 1-9 Desember, Alasan Belum Jelas
Porprovsu 2026 bergeser ke 1-9 Desember, KONI Sumut belum merinci alasan dan kesiapan anggaran meski menyata...