Lokal

8 Penerbangan Dibatalkan di Bandara Raja Sisingamangaraja Karena Abu Krakatau

Bagikan:
Bandara Raja Sisingamangaraja XII dengan gangguan akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau

Tarutung, — Sebanyak delapan penerbangan rute Bandara Raja Sisingamangaraja XII (DTB) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dibatalkan pada Senin, 7 September 2026. Pembatalan ini dilakukan menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau yang memengaruhi kondisi ruang udara dan operasional penerbangan.

Pembatalan dan daftar penerbangan

Pengelola bandara memastikan pembatalan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru. Berikut daftar penerbangan yang terdampak pada 7 September 2026:

  • QZ 724 rute CGK–DTB
  • QZ 725 rute DTB–CGK
  • QG 884 rute CGK–DTB
  • QG 885 rute DTB–CGK
  • IU 956 rute CGK–DTB
  • IU 957 rute DTB–CGK
  • IU 958 rute CGK–DTB
  • IU 959 rute DTB–CGK

Alasan pembatalan dan pernyataan resmi

General Manager Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tarto, menyatakan keputusan ini diambil setelah evaluasi kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu. Pengelola menilai pembatalan sebagai langkah pencegahan keselamatan.

“Keselamatan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama.”

Koordinasi operasional dan penanganan penumpang

Pengelola bandara telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang terdampak. Langkah koordinasi mencakup pengaturan ulang jadwal, informasi layanan bantuan, dan pemantauan kondisi ruang udara secara berkala.

Imbauan bagi calon penumpang

Pengelola mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Raja Sisingamangaraja XII untuk memantau status penerbangan secara berkala. Penumpang juga disarankan menghubungi maskapai masing-masing guna memperoleh informasi jadwal terbaru dan prosedur penanganan jika penerbangannya terdampak.

Informasi mengenai penerbangan yang terdampak akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi dan keputusan operasional. Penyesuaian lebih lanjut dapat terjadi bila sebaran abu vulkanik berlanjut atau kondisi ruang udara berubah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait