Lokal

Warga Langkat Geram, Janji Perbaikan Jalan Bulangta dari Gubsu Tak Kunjung Ada

Bagikan:
Warga Langkat kecewa atas janji perbaikan jalan Bulangta yang belum terealisasi

LANGKAT — Warga Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, mengadu janji perbaikan jalan lintas Bukit Lawang–Tangkahan (Bulangta) dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, belum terealisasi. Janji yang menyebut perbaikan pada 2027 karena anggaran 2026 habis membuat warga kecewa. Mereka mengancam menggeruduk kantor UPT Dinas PU di Binjai jika tidak ada tindak lanjut bulan ini.

Janji gubernur dan tidak ada tindak lanjut

Tokoh masyarakat setempat, Bob Haranta Perangin-angin, menyampaikan janji tersebut muncul saat pertemuan di desa. Menurut Bob, rencana itu akan diteruskan ke Pemprov Sumut dan pihak wakil bupati saat itu.

“Waktu pertemuan di Desa Sei Musam, Pak Bobi Nasution menyampaikan akan ada perkuatan untuk jalan lintas Bukit Lawang–Tangkahan pada tahun 2027, karena anggaran 2026 ini sudah habis,”

Namun hingga kini belum ada pekerjaan nyata di lapangan. Bob mengatakan warga semakin frustrasi karena janji hanya berujung pada pengukuran berkali-kali.

Kerusakan jalan dan dampak ke ekonomi lokal

Bob menggambarkan kondisi jalan yang makin parah. Beberapa badan jalan runtuh, termasuk di depan rumahnya. Peristiwa mobil pengangkut sawit jatuh sempat terjadi akibat kondisi itu.

“Sekarang kondisi jalannya sangat rusak. Ada mobil yang jatuh di Desa Sei Musam. Di depan rumah saya sendiri, badan jalannya sudah runtuh,”

“Baru-baru ini ada mobil pengangkut sawit yang jatuh. Ini bukan lagi sekadar mengganggu, tetapi sudah membahayakan masyarakat,”

Mayoritas warga bergantung pada perkebunan kelapa sawit. Kerusakan jalan menghambat distribusi hasil panen, menambah biaya dan waktu angkut.

Jembatan lama dirusak, jembatan pengganti mangkrak

Warga juga memprotes tindakan Dinas PU Provinsi Sumut yang merusak jembatan lama saat persiapan pembangunan jembatan baru. Proyek penggantian ini dimulai pada 2023, namun belum rampung hingga sekarang.

Bob menegaskan jembatan lama sebenarnya masih layak pakai. Ia mendesak agar jika provinsi belum sanggup menyelesaikan jembatan baru, akses lama dipulihkan agar masyarakat bisa lewat.

Tuntutan warga dan ancaman aksi

Kesabaran warga disebut sudah menipis. Bob menyatakan rencana aksi ke kantor UPT Dinas PU Binjai akan dilaksanakan bila tidak ada tindakan bulan ini.

“Kalau bulan ini tidak ada juga tindak lanjut, masyarakat sudah berencana melakukan aksi. Kami sebenarnya tidak ingin demo. Kami maunya jalan ini diperbaiki,”

Respons pemerintah desa dan harapan

Kepala Desa Sei Musam, Bahagia Ginting, membenarkan keluhan warga. Ia menyebut pemerintah desa telah menyerahkan dokumentasi dan proposal kondisi jalan ke organisasi masyarakat untuk diteruskan ke DPRD Provinsi, tetapi belum ada tanggapan.

“Keluhan masyarakat itu sebenarnya juga keluhan kami. Kami dari pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi kami juga terbatas,”

“Kami hanya meminta pemerintah serius. Jangan hanya datang mengukur, setelah itu tidak ada pekerjaan. Masyarakat butuh jalan yang layak, petani butuh akses untuk mengeluarkan hasil panen, dan wisatawan juga butuh akses yang aman,”

Warga berharap Pemprov Sumut memberi kepastian waktu dan langkah perbaikan. Jika tidak, tekanan publik dan gangguan ekonomi diperkirakan akan terus meningkat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait