PKS: Penanggulangan Kemiskinan Medan Perlu Perbaikan Data dan Kebijakan
Medan — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan menilai upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Medan masih menghadapi persoalan mendasar. Pernyataan disampaikan dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015, Senin (7/9), di Gedung DPRD Kota Medan.
Tiga persoalan mendasar
Fraksi PKS mencatat sedikitnya tiga hambatan utama yang harus segera diperbaiki agar program tidak berjalan tanpa arah. Ketiga masalah ini menimbulkan ketidaktepatan sasaran dan lemahnya perlindungan sosial.
- Indikator masyarakat miskin belum jelas dan kerap berubah sehingga sulit mengukur keberhasilan program.
- Pendataan masyarakat miskin belum tuntas dan dinilai tidak akurat.
- Format dan arah program pengentasan kemiskinan belum terdefinisi dengan baik.
Pendataan dan transparansi
Zulham Efendi, Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Kota Medan, menekankan pentingnya pendataan yang tuntas dan transparan. Ia mengatakan banyak warga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya, sedangkan pihak yang tidak layak tercatat sebagai penerima.
"Kami berharap Pemerintah Kota Medan serius dalam menangani kemiskinan. Pendataan warga miskin harus tuntas. Selain itu, Pemerintah Kota Medan harus memiliki format yang jelas dalam menangani kemiskinan dan tidak sekadar ada, apalagi asal-asalan."
Fraksi PKS meminta solusi atas keluhan masyarakat terkait akurasi dan transparansi data penerima bantuan. Tanpa data yang andal, program rawan salah sasaran.
Integrasi kebijakan dan implementasi
Fraksi PKS menekankan agar perubahan Perda menjadi momentum untuk membangun kebijakan yang terintegrasi. Peraturan daerah baru harus menjadi payung hukum yang saling mendukung dan menghindari kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri.
Selain aturan, Fraksi menuntut agar Perda tidak berhenti pada dokumen administratif. Peraturan harus diterjemahkan menjadi program nyata, terukur, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Harapan dan langkah ke depan
Zulham juga mengingatkan bahwa penanggulangan kemiskinan harus bersifat preventif dan kuratif. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang mencegah warga jatuh ke dalam kemiskinan serta memutus mata rantai kemiskinan.
"Menangani masalah kemiskinan tidak bisa hanya bersifat kuratif tetapi juga harus mampu bersifat preventif. Jika tidak, maka penanggulangan kemiskinan dikhawatirkan hanya mimpi di siang bolong karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab."
Fraksi PKS mendorong pembahasan Ranperda didukung kajian komprehensif dan aspirasi masyarakat. Tujuannya agar perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 benar-benar menjawab persoalan di lapangan dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejari Belawan Ajukan Banding atas Vonis Ringan Kasus Sabu 1 Kg
Kejari Belawan bandingkan vonis ringan empat terdakwa kasus sabu 1 kg di Medan; jaksa nilai putusan tak prop...
Polrestabes Medan Tangkap 2 Penjual Vape Getar dan Ekstasi
Polrestabes Medan menangkap dua pemuda di Medan Sunggal terkait penjualan vape getar dan ekstasi; barang buk...
Samosir Bangun Jalan 32 Km, Hubungkan Dosroha ke Rianiate
Kabupaten Samosir membuka jalan baru 32 km dari Dosroha ke Rianiate; 2,2 km sudah dibuka, pengerjaan swakelo...
Bobby Nasution Dorong 45 Desa Ikut Kampung Kreatif Sumut Berkah
Gubernur Bobby Nasution mendorong 45 desa/kelurahan ikut Kampung Kreatif Sumut Berkah untuk tingkatkan ekono...
Bupati Nias Selatan Ikuti Rakor Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
Bupati Nias Selatan ikut rapat koordinasi daring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mene...
Plt. Bupati Langkat: Camat Ujung Tombak Pemerintah
Plt. Bupati Langkat minta Camat proaktif menyelesaikan masalah, jaga integritas, dan berikan pelayanan berku...