Bobby Nasution Dorong Nilai Tambah Komoditas Sumut untuk Ekspor
Medan — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong percepatan pengembangan komoditas unggulan agar memberi nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumut, Prayatno Ginting, di Kantor Gubernur, Senin (7/9).
Dorongan untuk naikkan nilai tambah
Bobby menegaskan bahwa peningkatan produksi saja tidak cukup. Pengembangan produk turunan, stabilitas pasokan, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan petani serta nelayan.
Jadi, pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sehingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan pemanfaatan teknologi yang ada.
Fokus wilayah dan kapasitas produksi
Gubernur mengambil contoh Kepulauan Nias sebagai wilayah berpotensi namun belum tergarap maksimal. Ia menilai masalah utama bukan ketiadaan pasar, melainkan kapasitas produksi yang belum mencukupi permintaan.
Banyak yang berpotensi, seperti di Kepulauan Nias. Di sana belum ketemu pasar yang sesuai. Namun masalahnya bukan pasarnya, tetapi jumlah produksi yang belum memenuhi kebutuhan pasar.
Bobby menggarisbawahi bahwa capaian produksi pada tingkat tertentu menjadi syarat mutlak agar suatu komoditas dapat memberikan nilai ekonomi tinggi bagi produsen setempat.
Peran pemerintah dan kolaborasi
Menurut Bobby, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan, program, serta anggaran yang berorientasi manfaat langsung bagi masyarakat. Sementara masyarakat merupakan pelaku utama produksi. Keduanya harus berkolaborasi untuk menetapkan target tahunan komoditas yang prioritas.
Setelah komoditas itu sesuai kebutuhan pasar, pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengintervensi. Jadi harus ada kolaborasi bersama, seperti penetapan target tahunan komoditas apa yang perlu kita capai.
Kendala ekspor dan kebutuhan laboratorium
Kepala Balai Karantina Sumut, Prayatno Ginting, menyambut rencana pengembangan komoditas ekspor dan menyoroti sejumlah peluang. Ia menyebut lidi sawit sebagai komoditas bernilai ekspor tinggi yang belum banyak terpantau. Komoditas lain yang telah berkontribusi signifikan antara lain:
- Kepiting
- Udang
- Sarang burung walet
Ginting menyatakan nilai ekspor beberapa komoditas tersebut mencapai Rp8,1 triliun. Ia juga menyinggung rencana pengiriman durian ke pasar Tiongkok.
Saat ini kendala kita, untuk sampel hama dan penyakit masih harus dikirim ke laboratorium di Jakarta dan Surabaya. Biayanya cukup besar. Kami berharap (laboratorium) yang ada di sini bisa dibuka kembali.
Menanggapi itu, Gubernur Bobby menyatakan kesediaannya membuka kembali laboratorium setempat setelah memastikan kondisi fasilitas tersebut.
Implikasi dan langkah ke depan
Percepatan pengembangan komoditas yang terarah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat stabilitas pasokan, dan membuka akses pasar ekspor. Keberhasilan langkah ini bergantung pada koordinasi kebijakan, ketersediaan fasilitas teknis seperti laboratorium, serta keterlibatan aktif pelaku usaha di tingkat daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Verifikasi PUG Aceh 2025: IPG 93,11 Melampaui Rata-Rata Nasional
Pj Sekda Aceh pimpin verifikasi PUG 2025 di Banda Aceh; IPG Aceh naik ke 93,11 dan melampaui rata-rata nasio...
TPAK Perempuan Aceh 45,5%: Perhatian pada Kesehatan Psikososial
TPAK perempuan Aceh 45,50% (Februari 2026); tekanan psikososial dan perlindungan kerja perlu diperkuat untuk...
Wabup Aceh Besar Serukan Disiplin Lalu Lintas saat Operasi Patuh 2026
Wabup Aceh Besar ajak warga tingkatkan disiplin lalu lintas saat Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung 26...
Kejari Medan Kembalikan Berkas Ledakan, Jalan Dairi Dipersoalkan
Kejari Medan kembalikan berkas ledakan rumah ke penyidik (status P-19); Distrik Dairi soal proyek jalan; ban...
Terdakwa Indra Nasution Diduga Perantara Jual Beli Sabu di Medan
Indra Nasution ditangkap polisi menyamar saat diduga menjadi perantara jual beli sabu; jaksa menjeratnya den...
Porprovsu 2026 Ditunda ke 1-9 Desember, Alasan Belum Jelas
Porprovsu 2026 bergeser ke 1-9 Desember, KONI Sumut belum merinci alasan dan kesiapan anggaran meski menyata...