Surabaya Kerahkan 31 Armada Tangani Genangan Akibat Hujan
Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 31 armada dan puluhan personel untuk mempercepat penanganan genangan yang muncul setelah hujan deras selama dua hari, 22–23 Juni 2026. Operasi penyedotan air dan pemantauan lapangan dimulai dini hari untuk mempercepat surutnya banjir di titik-titik rawan.
Armada dan operasi lapangan
Tim gabungan menurunkan 21 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dan sekitar 10 kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait. Seluruh armada telah bergerak sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di kawasan terdampak.
“Seluruh armada tersebut dan kami telah keliling sejak pukul 02.30 WIB untuk melakukan penyedotan air di titik-titik rawan genangan,”
Penyebab lambatnya surut
Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan genangan dipengaruhi proyek pengendalian banjir yang masih berjalan, serta tingginya pasang air laut. Kondisi pasang menghambat aliran sungai ke laut dan memicu fenomena backwater di beberapa lokasi.
Daerah seperti Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, dan Petekan terdampak sehingga kinerja rumah pompa belum optimal. Meski demikian, tinggi muka air mulai berangsur turun dari hampir 200 sentimeter menjadi sekitar 170-180 sentimeter.
Langkah mitigasi sementara
Pemkot memaksimalkan fungsi bozem atau kolam tampungan sementara untuk menahan debit air saat saluran utama belum mampu mengalirkannya. Sejumlah lahan juga dipakai sebagai tampungan tambahan untuk mengurangi beban drainase selama curah hujan tinggi.
Petugas juga melakukan pengecekan dan pembersihan saluran drainase untuk mencegah penyumbatan yang memperparah genangan. Armada penyedot air bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) disiagakan di wilayah terdampak.
Proyek drainase dan target penyelesaian
Eri menegaskan Pemkot memilih meneruskan proyek pengendalian banjir meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara. "Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan," katanya.
Pemkot menargetkan seluruh proyek drainase dan perbaikan rumah pompa selesai sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November–Desember 2026.
Dampak dan imbauan
Meski intensitas genangan mulai menurun, warga diimbau waspada terutama pada saat pasang laut tinggi. Pemerintah daerah terus memantau kondisi dan menyiagakan personel untuk respons cepat jika diperlukan.
"Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan,"
Pemkot memastikan langkah-langkah darurat dan perbaikan jangka panjang berjalan bersamaan untuk mengurangi risiko banjir pada musim hujan mendatang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Said Abdullah: Pengajuan Destry-Aida Pilihan Teknokrasi untuk BI
Said Abdullah menilai pengajuan Destry dan Aida sebagai pilihan teknokrasi; BI perlu segera merumuskan core...
Marhaenisme: Relevansi Pemikiran Bung Karno di Era Digital
Presiden Prabowo menyebut Marhaenisme pada 14 Agustus 2026; gagasan Bung Karno diuji relevansinya untuk meni...
17 Rumah Diserahkan di Trenggalek: Makna Kemerdekaan Lewat Bedah Rumah
Bupati Trenggalek menyerahkan 17 rumah hasil program bedah rumah pada 17 Agustus 2026; sinergi Pemkab, Bazna...
Bambang Sutriyono Gelar Doa HUT ke-81 dan Bagikan Pupuk Organik Gratis
Bambang Sutriyono memimpin doa HUT ke-81 di Desa Pancur, Temayang, sekaligus membagikan pupuk organik gratis...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan Kebangsaan HUT ke-81
PDI Perjuangan Tulungagung menggelar sarasehan kebangsaan 17 Agustus 2026 untuk memperkuat semangat kader da...
PDI Perjuangan Minta P-APBD 2026 Jatim Fokus Manfaat untuk Rakyat
PDI Perjuangan minta P-APBD 2026 Jatim fokuskan anggaran pada manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar besar...