Lokal

PW PII Aceh Tanam 300 Mangrove di Mesjid Raya

Bagikan:
Peserta menanam bibit mangrove di pesisir Mesjid Raya, Aceh Besar

Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh menanam 300 bibit mangrove di pesisir Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 5 Juni. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan untuk menjaga ekosistem pantai serta mencegah abrasi.

Pelaksana dan peserta

Penanaman melibatkan sekitar 60 pelajar dan mahasiswa asal Kota Banda Aceh. Kegiatan juga dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Aceh, serta unsur Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Aceh.

Tujuan dan pesan panitia

Ketua panitia, Muhammad Fazil, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan langsung generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Kami berharap pelajar dan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga alam secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata seperti penanaman mangrove," ujar Muhammad Fazil.

Seruan tokoh organisasi dan masyarakat

Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, menekankan bahwa bencana lingkungan belakangan menjadi pelajaran penting bagi generasi muda.

"Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh, pelajar dan mahasiswa harus semakin melek terhadap isu lingkungan. Kita harus menyadari bahwa baik atau buruknya kondisi lingkungan di masa depan sangat ditentukan oleh perilaku generasi muda hari ini. Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," katanya.

Dari unsur Keluarga Besar PII Aceh, Umar Banta Ali mengajak generasi muda mengubah kebiasaan sehari-hari agar lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

"Kita perlu membangun budaya baru di kalangan anak muda. Jika selama ini banyak waktu dihabiskan di warung kopi, maka sudah saatnya sebagian waktu tersebut dialihkan untuk aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Umar.

Manfaat mangrove menurut DLHK

Perwakilan DLHK Aceh, Syafruddin, memaparkan sejumlah fungsi mangrove bagi keberlanjutan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

"Penghijauan dan reboisasi merupakan prioritas yang harus terus dilakukan demi keberlanjutan ekosistem. Menanam pohon bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga merupakan amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam," jelas Syafruddin.

Menurut pemaparan tersebut, mangrove memiliki beberapa fungsi utama:

  • Mencegah abrasi pantai.
  • Menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
  • Membantu menyerap emisi karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Dampak dan harapan ke depan

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti sesi edukasi lingkungan dan praktik penanaman dengan antusias. Mereka mempelajari teknik menanam yang tepat serta pentingnya menjaga kawasan pesisir.

PW PII Aceh berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan pelajar dan mahasiswa serta memicu aksi nyata lain untuk mendukung lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan di Aceh.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait