Aceh Perkuat Sinergi Pusat untuk Pemulihan Infrastruktur Gayo Lues
JAKARTA — Wakil Gubernur Aceh Fadhullah (Dek Fadh) bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues dan kabupaten lain yang terdampak hidrometeorologi. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, pada Senin (24/8), dan menghasilkan usulan prioritas pembangunan permanen.
Pertemuan dengan Kementerian PUPR
Pada pertemuan itu, Dek Fadh dan Suhaidi diterima oleh sejumlah pejabat Kementerian PUPR untuk membahas titik-titik infrastruktur yang paling mendesak. Mereka menyampaikan daftar usulan yang dianggap perlu ditindaklanjuti segera oleh pemerintah pusat.
Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana.
Usulan prioritas infrastruktur
Usulan yang diajukan berfokus pada perbaikan jembatan dan jalan untuk memulihkan konektivitas dan kelancaran distribusi logistik. Dek Fadh menegaskan bahwa penguatan infrastruktur merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Kami mengusulkan demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues. Infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap Kementerian PU dapat segera merespons usulan ini.
Bupati Suhaidi menambahkan bahwa penanganan darurat telah berlangsung, namun pembangunan permanen harus segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial tidak terhambat.
Karena itu, pasca bencana hidrometeorologi, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama kami, agar masyarakat Gayo Lues bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.
Daftar infrastruktur yang diusulkan
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengusulkan percepatan pembangunan permanen untuk infrastruktur strategis berikut:
- Jembatan Aih Bobo, bentang 80 meter
- Jembatan Kendawi, bentang 80 meter
- Jembatan Rerebe, Tripe Jaya, bentang 180 meter
- Jembatan Pintu Rime, bentang 180 meter
- Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya, bentang 80 meter
- Jembatan Sp. Kenyaran–Aih Ilang, bentang 80 meter
- Jembatan Lesten, bentang 120 meter
- Pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer
Dampak dan langkah selanjutnya
Perbaikan permanen ditargetkan untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Usulan ini juga menindaklanjuti dua kali kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues, yang mendorong pengajuan kebutuhan mendesak ke pemerintah pusat.
Pemerintah Aceh bersama Pemkab Gayo Lues berharap Kementerian PUPR segera merespons dan merealisasikan dukungan anggaran dan teknis agar pemulihan berjalan cepat dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Plt. Bupati Langkat Sidak Kantor Camat Hinai, Tekan Kedisiplinan
Plt. Bupati Langkat sidak ke Kantor Camat Hinai (8/10), menyoroti kebersihan, fasilitas, dan kedisiplinan pe...
Labuhanbatu Koordinasi Data dan Pembinaan Calon Haji 2027
Pemkab Labuhanbatu menggelar audiensi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk genjot pendataan dan pembinaan...
PDAM Tirtanadi 85% Rampung, Griya Kencana Segera Dapat Air
Pipanisasi PDAM Tirtanadi di Griya Kencana Medan sudah 85% dan ditargetkan selesai 1–2 minggu, mengakhiri ha...
Medan Jajaki Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Malaysia
Wali Kota Medan dan Duta Besar Malaysia bertemu untuk memperkuat kerja sama ekonomi: investasi, UMKM, BRT, d...
Wali Kota Medan Jamin Kemudahan Investasi bagi Investor India
Wali Kota Medan menjamin permudah perizinan dan mendampingi investor India, termasuk peluang proyek rumah sa...
Ketua TMI Aceh Ajak Relawan Kawal Ketahanan Pangan
Ketua DPW TMI Aceh mengajak relawan mengawal program ketahanan pangan saat peresmian kantor DPD Aceh Utara d...