Lokal

HUT ke-81: DPRD Medan Minta Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Bagikan:
Ketua Komisi II DPRD Medan menyampaikan pernyataan terkait refleksi pembangunan Kota Medan

Medan — Ketua Komisi II DPRD Medan, H Kasman bin Marasakti Lubis, meminta momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI pada Sabtu (15/8) dijadikan refleksi perjalanan pembangunan Kota Medan. Menurutnya, makna kemerdekaan mesti terukur melalui pemerataan akses pada tiga persoalan utama: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi termasuk tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat miskin.

Makna kemerdekaan: bukan hanya simbol

Kasman menegaskan kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajahan, melainkan kemampuan negara menghadirkan kesejahteraan bagi warganya. Ia menyorot pentingnya akses layanan dasar bagi keluarga berpenghasilan rendah agar kemerdekaan terasa nyata.

Refleksi kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang mudah, kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan ekonomi

Pendidikan: prioritas pemerataan

Menurut Kasman, pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan utama di Medan. Pemerintah wajib memastikan anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan peluang belajar yang sama.

Ia meminta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dilaksanakan merata, termasuk di wilayah yang fasilitasnya terbatas. Dukungan finansial dan program pembinaan bagi siswa keluarga miskin perlu diperkuat agar tidak ada yang putus sekolah karena persoalan ekonomi.

Jangan sampai ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi atau keterbatasan akses pendidikan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun Kota Medan

Pelayanan kesehatan: akses mudah bagi semua

Kasman juga menyorot akses layanan kesehatan. Meski ada perbaikan, kualitas dan ketersediaan fasilitas di tingkat pertama seperti puskesmas harus terus ditingkatkan.

Kita terus memberikan dorongan kepada pemerintah Kota Medan agar kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, serta memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pembiayaan kesehatan terus ditingkatkan mutunya

Ekonomi dan lapangan kerja: dorong UMKM dan inklusi

Dalam sektor ekonomi, DPRD mendorong pemberdayaan UMKM, pedagang kecil, pelaku usaha informal dan kelompok berpenghasilan rendah. Kasman menilai pertumbuhan ekonomi harus diikuti upaya pemerataan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

  • Mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha kecil
  • Menyediakan pelatihan dan pendampingan usaha
  • Membuka akses pasar agar produk lokal tumbuh berkelanjutan

UMKM dan pelaku usaha kecil dimana didalamnya para Pedagang Kaki Lima yang sangat rentan adalah bagian penting dari perekonomian Kota Medan mereka bisa menjadi bagian menyelesaikan persoalan ekonomi, dengan syarat mereka harus mendapatkan kemudahan akses permodalan, pelatihan, pendampingan dan akses pasar

Untuk soal lapangan kerja, Kasman mendorong Pemko Medan merumuskan terobosan konkret yang menciptakan peluang kerja luas dan inklusif. Ia menekankan pembangunan kota tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari kemampuan menjamin kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 menjadi momen evaluasi kebijakan agar pembangunan di Medan lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait