Lokal

Pematangsiantar Catat Kasus HIV/AIDS dan Narkoba Tinggi, MTS Dilantik

Bagikan:
Pelantikan pengurus Majelis Taklim Pematangsiantar dan penyerahan SKT kepada 150 majelis

Pematangsiantar — Wakil Wali Kota Herlina menyatakan angka HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba tergolong tinggi di Pematangsiantar saat mewakili Wali Kota Wesly Silalahi pada pelantikan pengurus Majelis Taklim Silaturahmi (MTS) periode 2026-2031. Acara sekaligus penyerahan 150 SKT Majelis Taklim dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung Selasa (25/8) di Gedung Olah Raga Suzuya Merdeka Mall.

Pelantikan dan penyerahan SKT

Acara itu melantik Nita Maulida Damanik sebagai Ketua MTS Pematangsiantar beserta jajaran pengurus periode 2026-2031. Momentum ini juga digunakan untuk menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada 150 majelis taklim di kota tersebut.

Kekhawatiran soal HIV/AIDS dan narkoba

Herlina menyampaikan kekhawatiran berdasarkan dialog dengan Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak. Ia menekankan pentingnya pembinaan anak muda melalui kajian di remaja masjid agar mereka terhindar dari pengaruh negatif.

"Remaja harus mendapatkan tuntunan agar mereka berkontribusi untuk bangsa dan negara dengan ajakan yang positif, agar umat bisa lebih baik dan tentunya kita berharap keberadaan kita membuat pengaruh yang besar di Pematangsiantar,"

Herlina juga mengapresiasi MTS yang dinilai memiliki kepedulian sosial terhadap berbagai tantangan kehidupan dan berharap pengurus baru terus berkolaborasi dengan pemerintah kota.

Seruan perang terhadap peredaran narkoba

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyoroti peredaran narkotika yang menurutnya sangat mengkhawatirkan, termasuk di Provinsi Sumut dan Pematangsiantar. Ia menilai perang terhadap narkoba harus melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Betapa mengerikannya peredaran narkotika di Pematangsiantar. Saya pikir ini tidak bisa membiarkannya tanpa ada perlawanan,"

Sugiat menyorot peran aktif kaum ibu sebagai kekuatan penting dalam upaya pemberantasan narkoba dan menyatakan akan menginisiasi deklarasi perang terhadap narkotika di seluruh Pematangsiantar.

Respons Kemenag dan harapan MTS

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Tarmudzi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan. Ia menegaskan legalitas kelembagaan penting untuk memperkuat pembinaan agama dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ini bukan hanya seremonial, namun merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan pembinaan keagamaan serta menghadirkan majelis yang tertib, aktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,"

Nita, Ketua MTS yang dilantik, berharap pengurus baru mampu menghadirkan program kerja yang menyentuh masyarakat dan berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan. Ia menyebut beberapa kegiatan donasi saat bencana sebagai bukti kepedulian MTS.

"Alhamdulillah, sebelum pelantikan, kita sudah melakukan kegiatan-kegiatan donasi waktu bencana alam. Saya berharap kita ke depannya dapat bersatu untuk lebih kuat lagi melaksanakan program kerja,"

Peserta dan rangkaian acara

Kegiatan dimeriahkan ceramah dari penyuluh Kemenag, penampilan nasyid dan hadroh, serta penyerahan tali asih. Hadir pula sejumlah tokoh daerah dan perwakilan organisasi keagamaan.

  • Anggota DPRD dan perwakilan partai
  • Kakanwil Kemenag Sumut dan Kakan Kemenag setempat
  • Perwakilan Bank Indonesia dan Bank Sumut Syariah
  • Pengurus ormas Islam dan yayasan lokal

Penyerahan SKT dan penguatan peran majelis taklim diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pembinaan umat dan mencegah penyalahgunaan narkoba serta penyebaran HIV/AIDS di kalangan generasi muda Pematangsiantar.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait