Lokal

RSUD Tarutung Pasang Dua Ring Jantung Perdana

Bagikan:
Tim medis melakukan pemasangan stent di Cath Lab RSUD Tarutung

Tarutung — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, berhasil melakukan pemasangan dua ring jantung (stent) untuk pertama kali pada Kamis, 5 November. Tindakan itu dilaksanakan pada pasien berusia 58 tahun yang mengalami serangan jantung saat berkunjung ke daerah tersebut. Prosedur berjalan berkat fasilitas Cath Lab dan kolaborasi tim medis dari RSUP H. Adam Malik Medan serta dukungan Kementerian Kesehatan.

Prosedur dan kondisi pasien

Tindakan intervensi kardiovaskular nonbedah itu dilakukan terhadap Hutasoit, 58 tahun, warga Jakarta. Tim medis memasang dua stent untuk membuka pembuluh darah jantung yang tersumbat. Proses berlangsung di ruang kateterisasi jantung RSUD Tarutung dengan pengawasan tim proctoring sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi.

Dukungan dan pemeriksaan

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara dan dihadiri pejabat nasional serta pimpinan rumah sakit. Para peserta yang hadir antara lain:

  • Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat S.Si M.Si
  • Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian Marpaung
  • Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, Sp.PD-KKV
  • Direktur RSUD Tarutung, dr. Bobby Simanjuntak M.KM
  • Jajaran tim medis dari kedua rumah sakit

Kata pejabat

Bupati menyatakan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat dan pihak rumah sakit rujukan. Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan di RSUD Tarutung. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan:

"Atas nama masyarakat Tapanuli Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Bapak Menteri Kesehatan, serta jajaran RSUP H. Adam Malik atas kerja sama dan kolaborasi ini. Hari ini Cath Lab di RSUD Tarutung perdana melakukan tindakan dan berhasil memasang dua ring pada pasien."

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes menekankan pentingnya memperluas layanan kateterisasi jantung di daerah. Ia mengingatkan urgensi penanganan cepat penyakit jantung:

"Jantung adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia saat ini. Pemerintah berharap seluruh kabupaten/kota mampu memberikan layanan prosedur pemasangan ring jantung sehingga masyarakat yang terserang jantung dapat segera ditangani secara cepat tanpa harus selalu dirujuk ke pusat."

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik menambahkan bahwa kehadiran timnya merupakan bentuk pendampingan dan supervisi terhadap kesiapan fasilitas serta kompetensi tenaga medis RSUD Tarutung. Ia menegaskan pentingnya kecepatan dalam penanganan serangan jantung:

"Karena ini adalah pelayanan darurat yang harus segera dilakukan, keberhasilan tindakan ini akan memangkas jarak akses layanan bagi masyarakat luas."

Impak dan langkah ke depan

Keberhasilan pemasangan dua stent di RSUD Tarutung diharapkan menjadi awal penguatan layanan kardiovaskular di wilayah itu. Bupati berharap RSUD Tarutung dapat menjadi rumah sakit rujukan untuk kasus jantung nonbedah bagi rumah sakit tipe C di sekitarnya. Dengan demikian, pasien tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit pusat untuk mendapatkan tindakan cepat dan tepat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait