Husni: Pemahaman Konstitusi Kunci Jaga Persatuan dan Kedaulatan
MEDAN — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, H.M. Husni, SE., MM., menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konstitusi dan peran lembaga negara untuk memperkuat persatuan serta menjaga kedaulatan rakyat. Pernyataan itu disampaikan saat ia menggelar Sarasehan Kebangsaan di Jalan Ring Road Nomor 147, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, pada Sabtu (7/11) pagi.
Sarasehan Kebangsaan: Tujuan dan lokasi
Kegiatan yang dihadiri warga setempat itu bertujuan memberi penjelasan mengenai posisi dan kewenangan MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Husni menjelaskan sarasehan diselenggarakan agar publik tidak hanya mengenal nama lembaga, tapi juga memahami tanggung jawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Melalui sarasehan kebangsaan ini, kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peran dan fungsi MPR RI. Masyarakat perlu mengetahui bahwa MPR memiliki tanggung jawab penting dalam kehidupan ketatanegaraan, khususnya berkaitan dengan konstitusi dan kedaulatan rakyat," ujar Husni.
Mengapa pemahaman konstitusi penting?
Husni menilai kesadaran terhadap konstitusi dan nilai kebangsaan adalah modal utama untuk menjaga persatuan. Ia menyebut tantangan kehidupan berbangsa semakin kompleks, sehingga pemahaman ini menjadi penyangga stabilitas nasional.
Menurutnya, masyarakat yang paham konstitusi akan lebih kritis namun tetap menjaga norma kebangsaan. Dengan begitu, ruang publik bisa menjadi tempat diskusi yang konstruktif tanpa mengabaikan dasar negara.
Peran MPR RI yang perlu diketahui publik
Dalam sarasehan juga dijelaskan beberapa fungsi kunci MPR RI sebagai dasar pemahaman publik:
- Sebagai rumah kebangsaan yang menampung aspirasi berbangsa.
- Berperan sebagai pengawal konstitusi yang menjaga ketentuan dasar negara.
- Menjaga kedaulatan rakyat melalui mekanisme ketatanegaraan.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya mengenal MPR sebagai lembaga negara, tetapi juga memahami nilai-nilai kebangsaan, konstitusi, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara," tambah Husni.
Harapan dan implikasi ke depan
Husni berharap sarasehan ini meningkatkan wawasan kebangsaan dan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga demokrasi, menghormati konstitusi, serta mempertahankan kedaulatan rakyat. Ia menilai upaya edukasi seperti ini perlu diperluas agar warga di berbagai daerah menjadi lebih memahami tugas dan kewenangan lembaga negara.
Dengan pemahaman publik yang lebih baik, Husni optimistis iklim politik dan sosial akan lebih stabil, sehingga nilai-nilai konstitusi dapat menjadi landasan kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Duta GenRe Sumut 2026 Dipilih, 34 Finalis Siap Beraksi
Grand Final Duta GenRe Sumut 2026 memilih 34 finalis dari 250 pendaftar untuk bersaing menjadi 12 duta yang...
Duta GenRe Sumut 2026 Terpilih, Siap Perkuat Peran Remaja
Grand Final Duta GenRe Sumut 2026 pilih 12 pemenang dari 34 finalis; targetnya memperkuat peran remaja dalam...
Peserta Sarasehan di Medan Tekankan Peran MPR RI dalam Menjaga Konstitusi
Peserta sarasehan di Medan mendesak penguatan pemahaman peran MPR RI untuk meningkatkan kesadaran konstitusi...
Rico Waas Resmi Sandang Merga Ginting Suka, Janji Pelihara Budaya Karo
Wali Kota Medan Rico Waas disahkan sebagai Merga Ginting Suka pada 7 November; ia berjanji merawat budaya Ka...
Keude Kuta Binjei Juara Umum FASI II Kecamatan Julok 2026
Kafilah Keude Kuta Binjei juara umum FASI II Kecamatan Julok 2026 dengan 20 poin; 263 peserta dari 37 desa b...
Rico Waas Sandang Merga Ginting Suka, Airin Jadi Beru Sembiring Pelawi
Wali Kota Medan Rico Waas disematkan Merga Ginting Suka dan Airin dinobatkan Beru Sembiring Pelawi dalam pro...