Lokal

Rico Waas Sandang Merga Ginting Suka, Airin Jadi Beru Sembiring Pelawi

Bagikan:
Wali Kota Medan Rico Waas menerima gelar Merga Ginting Suka dalam prosesi adat Karo

Medan — Wali Kota Medan Rico Waas resmi menyandang Merga Ginting Suka, sedangkan Ketua TP PKK Ny. Airin Rico Waas ditabalkan sebagai Beru Sembiring Pelawi. Penabalan berlangsung saat kegiatan Mburo Ate Tedeh di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11).

Pemberian gelar dan latar sejarah

Penabalan bukan sekadar simbol adat. Acara ini menjadi penghormatan atas hubungan sejarah keluarga kedua pihak. Pemberian merga kepada Rico terkait kedekatan historis kakeknya, Letnan Jacob Waas, dengan Pahlawan Nasional Letjen Djamin Ginting.

Letnan Jacob Waas tercatat pernah menjadi ajudan Djamin Ginting saat perjuangan melawan Belanda sekitar 1947. Dekatnya hubungan keluarga dan perjuangan itulah yang menjadi dasar penabalan.

Tujuan acara dan pesan panitia

Ketua panitia Muhammad Edison Ginting menyatakan penabalan sekaligus upaya melestarikan adat serta mempererat tali persaudaraan masyarakat Karo di Medan.

"Acara hari ini kita lakukan dari kita, untuk kita, sebagai upaya memajukan seni dan budaya, merajut silaturahmi, serta mempererat komunikasi di antara kita semua,"

Menurut Edison, acara juga bertujuan mewujudkan konsep Medan untuk Semua bagi komunitas adat di kota tersebut.

Penegasan pemrakarsa

Prof. Dr. Runtung Sitepu, sebagai pemrakarsa dan tokoh masyarakat Karo, menegaskan bahwa pemberian merga dan beru murni bentuk penghormatan terhadap adat. Ia menekankan bahwa penabalan ini bukan muatan politik dan menyampaikan selamat kepada kedua penerima gelar.

Prosesi budaya dan suasana acara

Kemeriahan Mburo Ate Tedeh ditandai dengan beragam pertunjukan seni khas Karo. Penonton menyaksikan musik tradisional, prosesi adat, tarian, nyanyian, dan tradisi adu pengantin serta manuk sangkep atau makan bersama.

Seluruh rangkaian menonjolkan upaya menjaga warisan budaya Karo lintas generasi dan memperkuat identitas komunitas setempat.

Hadirin dan unsur pemerintahan

Acara dihadiri tokoh pemerintahan, adat, dan masyarakat. Di antara tamu hadir pejabat daerah serta perwakilan lembaga masyarakat.

  • Anggota DPD RI Sumut Dr. Badikenita br Sitepu
  • Bupati Karo Brigjen Pol (Purn.) Dr. Antonius Ginting beserta istri
  • Raja Urung Sukapiring Datuk Rustam Karo Sekali Sukapiring
  • Wakil Ketua DPRD Deliserdang, anggota DPRD Kota Medan, dan unsur Forkopimda Kota Medan
  • Pj Sekda Kota Medan, Sekda Kabupaten Karo, Ketua PHRI Sumut, serta para inisiator dan tokoh adat

Makna dan tanggung jawab

Dalam adat Karo, merga dan beru merupakan penanda kekerabatan yang memuat nilai penghormatan dan persaudaraan. Dengan penabalan, Rico Waas dan Ny. Airin mendapatkan ikatan kekeluargaan adat yang sekaligus mengamanatkan kewajiban menjaga nilai budaya tersebut.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa selain menjadi pertemuan sosial, Mburo Ate Tedeh adalah ruang pelestarian budaya dan penguatan solidaritas komunitas Karo di Kota Medan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait