Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit untuk Hari Lingkungan Hidup
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu di seluruh ibu kota selama satu jam pada Sabtu malam sebagai bagian dari kampanye hemat energi dan pengurangan emisi dalam rangka memperingati World Environment Day. Aksi terkoordinasi ini berlangsung pukul 20.30–21.30 WIB dan mencakup gedung pemerintahan, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, perkantoran, serta kompleks apartemen di lima kota administrasi.
Waktu dan cakupan pemadaman
Pemadaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, dimulai pukul 20.30 dan berakhir pukul 21.30 WIB. Seluruh fasilitas pemerintahan provinsi akan ikut serta, sementara layanan publik penting tetap beroperasi.
Dalam pernyataan yang diposting di akun Instagram resmi pemerintah provinsi disebutkan bahwa tujuan aksi ini adalah memberi ruang bernapas bagi lingkungan dan mendorong kesadaran hemat energi.
Daerah dan landmark terdampak
Beberapa ruas jalan utama yang akan gelap selama kampanye antara lain:
- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Rasuna Said
- Jalan Asia Afrika
- Jalan Daan Mogot
- Jalan Yos Sudarso
Selain itu, sejumlah landmark ikonik Jakarta juga akan dimatikan untuk satu jam, termasuk Monumen Nasional, bundaran Hotel Indonesia, patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, patung Jenderal Sudirman, dan Balai Kota Jakarta.
Kecualikan layanan darurat dan kesehatan
Pemerintah menegaskan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan pusat layanan kesehatan tetap beroperasi penuh selama kampanye. Pemadaman difokuskan pada penerangan non-esensial untuk meminimalkan gangguan pada layanan publik.
Dampak dan data penghematan
Ini bukan pertama kali Pemprov DKI melakukan kampanye serupa. Pada aksi sebelumnya tanggal 25 April, pemerintah melaporkan penghematan signifikan.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pengurangan konsumsi listrik | 96,91 MWh |
| Penghematan biaya | Rp 140,2 juta |
| Pengurangan emisi | 77,53 ton CO2e |
Dengan mematikan lampu selama 60 menit, kita bisa memberi ruang bernapas yang berarti bagi planet kita.
Makna dan prospek ke depan
Kampanye satu jam ini dimaksudkan sebagai simbol sekaligus upaya edukasi publik tentang pengelolaan energi. Pemerintah berharap kegiatan ini mendorong kebiasaan hemat energi pada skala rumah tangga dan institusi.
Ke depan, hasil evaluasi dari kampanye ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk program penghematan energi yang lebih luas di Jakarta.
Berita Terkait
Mengenal Ruwatan Bulan Suro: Makna dan Siapa Perlu Diruwat
Ruwatan Akbar di TMII, 28 Juni 2026, menampilkan kirab, wayang, dan siraman. Artikel menjelaskan asal, makna...
Jamasan Pusaka pada 1 Suro: Makna dan Tahapan Prosesi
Ritual jamasan pusaka setiap 1 Suro membersihkan dan menyucikan keris. Lihat makna, ubo rampe, serta tahapan...
16 Juni 2026: Penyu Laut, Tahun Baru Islam, Remitansi, dan Anak Afrika
Pada 16 Juni 2026 diperingati empat momentum penting: Hari Penyu Laut, Tahun Baru Islam, Hari Remitansi kelu...
Sejarah Hari Demam Berdarah ASEAN dan Upaya Pencegahannya
15 Juni diperingati sebagai Hari Demam Berdarah ASEAN untuk tingkatkan kesadaran dan kerja sama regional men...
Peringatan 15 Juni: Dengue, Kekerasan Lansia, dan Hari Angin Dunia
15 Juni diperingati sebagai ASEAN Dengue Day, World Elder Abuse Awareness Day, dan Global Wind Day untuk tin...
14 Juni: Donor Darah, Hari Mandi Internasional, Pembebasan Falkland
14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia, Hari Mandi Internasional, dan Hari Pembebasan Falkland...