Nasional

Pelita Air Batal 41 Penerbangan, 5.337 Penumpang Terdampak

Bagikan:
Penumpang menunggu informasi pembatalan penerbangan di bandara akibat abu vulkanik

Pelita Air menutup sementara 41 penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, sehingga sekitar 5.337 penumpang terdampak pada 5–6 September 2026.

Pembatalan dan skala dampak

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menyatakan semua penerbangan yang terdampak berstatus dibatalkan sementara. Penjadwalan ulang akan mengikuti perkembangan kondisi bandara dan NOTAM yang berlaku.

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan penerbangan. Ada 41 penerbangan yang terdampak, dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Rute yang terdampak

Mayoritas pembatalan terjadi pada rute domestik dari dan menuju Jakarta. Selain itu, terdapat satu rute internasional yang terdampak, yaitu Jakarta–Singapura.

Layanan dan hak penumpang

Pelita Air menawarkan beberapa opsi bagi penumpang yang terdampak. Penumpang dapat memilih perubahan jadwal tanpa biaya tambahan atau meminta pengembalian dana penuh.

  • Perubahan jadwal tanpa biaya
  • Pengembalian dana penuh
  • Informasi dan layanan melalui layanan pelanggan

Penumpang yang ingin mengatur ulang penerbangan diminta menghubungi layanan pelanggan Pelita Air melalui WhatsApp di nomor 0811-7110-800.

Koordinasi maskapai dan otoritas

Pelita Air menyatakan terus berkoordinasi dengan pengelola bandara dan otoritas terkait untuk memantau kondisi operasional. Maskapai juga berupaya memberikan informasi dan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang yang terdampak.

Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Pelita Air terus berkoordinasi dengan pihak bandara dan otoritas terkait serta berupaya memberikan informasi dan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang,

Dampak lebih luas pada bandara

Selain Pelita Air, maskapai lain juga menyesuaikan operasional. Manajemen Garuda Indonesia menyatakan beberapa jadwal harus dihentikan sementara karena sebaran abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah jadwal penerbangan harus disesuaikan demi menjaga keselamatan,

Akibatnya, operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten II, Lampung, sempat ditutup sementara sampai otoritas menyatakan kondisi aman.

Penutup: Pantauan dan imbauan

Faik Fahmi mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan operasional penerbangan. Penumpang diminta memeriksa pembaruan dari maskapai sebelum melakukan perjalanan karena kondisi operasional masih dapat berubah sesuai perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan otoritas bandara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait