Enam Bandara Ditutup: 150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan enam bandara ditutup sementara pada Minggu, 6 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Penutupan itu berdampak pada sekitar 150 ribu penumpang dan sekitar 467 penerbangan, kata Dudy di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Penutupan dan dampak operasional
Pemerintah memperpanjang penutupan operasional bandara setelah evaluasi kondisi cuaca yang dinamis. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan penerbangan dari risiko abu vulkanik.
“Sejauh ini sekitar 150 ribu penumpang terdampak serta penerbangan yang terdampak sekitar 467 kalau saya lihat,”
Jumlah besar tersebut membuat otoritas penerbangan meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara.
Prioritas penanganan penumpang
Kemenhub memprioritaskan percepatan penanganan penumpang agar masyarakat tidak menunggu lama di bandara. Penutupan diperpanjang selama empat jam berikutnya untuk menilai perkembangan situasi.
“Kami minta supaya disegerakan sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama lagi di bandara. Hal ini mengingat kondisinya masih terlalu dinamis berkaitan dengan cuaca,”
Meski demikian, masih ada penumpang yang memilih menunggu dengan harapan penerbangan kembali beroperasi dalam waktu dekat.
Hak penumpang dan kewajiban maskapai
Kemenhub meminta maskapai memastikan hak-hak penumpang terpenuhi selama pembatalan. Salah satu langkah yang diwajibkan adalah proses pengembalian biaya tiket yang telah dibayarkan.
“Karena ini merupakan pembatalan, hak-hak penumpang harus dijamin. Kemudian dilakukan proses pengembalian tiket yang sudah dibayarkan,”
Selain pengembalian dana, maskapai diminta aktif memberi informasi kepada calon penumpang agar tidak berbondong-bondong ke bandara saat operasional masih dihentikan.
Pengalihan penerbangan dan bandara alternatif
Pemerintah sudah memproses opsi pengalihan penerbangan ke bandara yang dinilai aman. Keputusan final terkait pemindahan rute tetap berada di tangan masing-masing maskapai.
“Ini sudah kami proses dengan melakukan pengalihan di beberapa bandara. Namun, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak airlines,”
Dudy menegaskan pengalihan tidak hanya mempertimbangkan kesiapan bandara tujuan, tetapi juga ketersediaan transportasi lanjutan bagi penumpang.
- Kertajati
- Semarang
- Juanda
- Yogyakarta
Keempat bandara di atas disiapkan sebagai alternatif bila pemindahan diperlukan. Namun, akses konektivitas darat dan kesiapan layanan penumpang tetap jadi pertimbangan.
Prospek ke depan
Pemerintah akan terus memantau perkembangan abu vulkanik dan menyesuaikan kebijakan operasional bandara sesuai kondisi. Penumpang disarankan memantau informasi resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara untuk mengurangi ketidakpastian.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...