Nasional

Menhub Perpanjang Penutupan 6 Bandara hingga 18.00 WIB

Bagikan:
Penumpang menunggu informasi jadwal penerbangan di terminal bandara

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperpanjang penutupan sementara operasional enam bandara hingga pukul 18.00 WIB pada Minggu, 6 September 2026. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan terakhir menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih memengaruhi beberapa kawasan bandara.

Penutupan bandara dan cakupan

Perpanjangan penutupan berlaku mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan. Pemeriksaan menunjukkan ada peningkatan jumlah bandara terdampak dari lima menjadi enam.

  • Bandara Radin Inten II, Lampung
  • Bandara Soekarno-Hatta, Banten
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  • Bandara Budiarto, Tangerang
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Pemantauan teknis dan dasar keputusan

Evaluasi dilakukan melalui paper test dan data pemantauan dari BMKG. Hasil pemeriksaan menjadi acuan untuk menentukan apakah sebuah bandara dapat melanjutkan operasi.

Keputusan perpanjangan diambil setelah pemeriksaan terbaru menunjukkan indikasi abu vulkanik menjangkau beberapa area bandara, termasuk Husein Sastranegara.

Dampak pada penumpang dan maskapai

Pemerintah memperkirakan sekitar 150 ribu penumpang terdampak selama gangguan berlangsung, dengan sekitar 467 penerbangan mengalami pembatalan atau perubahan jadwal. Kemenhub meminta maskapai memastikan hak penumpang terpenuhi, termasuk pengembalian dana.

Hak penumpang untuk mendapatkan refund harus dijamin. Kami juga meminta maskapai mengimbau penumpang tidak datang ke bandara.

Bandara alternatif dan penerbangan yang tetap diizinkan

Beberapa bandara dipersiapkan sebagai alternatif apabila maskapai memilih memindahkan rute. Selain Kertajati yang saat ini belum ditutup karena hasil pemeriksaan negatif, pemerintah menyiapkan Semarang, Juanda, dan Yogyakarta sebagai opsi pengalihan.

Dua penerbangan Garuda dari Madinah dan Jeddah dijadwalkan mendarat di Kertajati untuk membawa jemaah umrah yang kembali.

Kriteria pembukaan kembali dan tindak lanjut

Bandara dapat kembali beroperasi jika paper test menunjukkan tidak ada sebaran abu dalam area penerbangan dan BMKG menyatakan kondisi aman. Kemenhub menyatakan pemantauan akan terus berjalan dan keputusan operasional dievaluasi berkala.

Seluruh langkah diambil dengan prioritas utama pada keselamatan penerbangan dan perlindungan hak penumpang selama gangguan operasional akibat abu vulkanik Anak Krakatau.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait