Dorong Pelestarian Kejhung, DPRD Jember Ajak Generasi Muda Terlibat
JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian identitas budaya daerah. Pernyataan itu disampaikan selepas menghadiri Seminar dan Pelatihan Kejhung Papareghan di Jember pada Jumat, 31 Juli 2026. Candra menilai kejhung mulai kehilangan ruang di masyarakat dan perlu dikemas ulang agar relevan bagi generasi muda.
Dorongan pelestarian dan alasan
Candra mengatakan kejhung bukan sekadar hiburan, melainkan media tutur berbahasa Madura yang mengandung pesan sosial. Menurutnya, bentuk komunikasi tersebut mudah dipahami masyarakat pedesaan dan memiliki kedekatan kultural.
“Dulu, ketika saya masih kecil, suara kejhung masih sering terdengar di pelosok-pelosok desa. Sekarang hampir tidak terdengar lagi. Padahal, kejhung merupakan salah satu kekhasan budaya Jember,”
Kejhung dan teknologi digital
Candra optimistis perkembangan teknologi bisa menjadi sarana menghidupkan kembali kesenian itu. Ia menyarankan agar unsur pakem dan nilai tradisi tetap dipertahankan saat diadaptasi ke format modern.
“Generasi Z mungkin belum banyak mengenal kejhung. Namun jika dikemas secara kreatif melalui media digital tanpa meninggalkan nilai-nilai aslinya, saya optimistis mereka akan lebih mudah menerima dan mempelajarinya,”

Langkah organisasi politik dan rencana kebijakan
Upaya pelestarian itu juga dibahas di internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember. Melalui Badan Kebudayaan Nasional (BKN) setempat, organisasi tersebut berencana menggelar sarasehan untuk mendukung penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kemajuan Kebudayaan.
Sebelum sarasehan, calon Ketua BKN DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Bambang Wahjoe, meminta dukungan Komisi B DPRD Jember. Ia mengusulkan pendataan berbagai kesenian tradisional yang masih hidup di kabupaten sebagai dasar penyusunan kebijakan pelestarian.
Langkah berikutnya dan harapan
Rencana pendataan diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan program pelestarian yang lebih nyata dan terukur. Jika berhasil, adaptasi digital dan kegiatan komunitas dapat memperluas ruang tampil kejhung serta meningkatkan minat belajar generasi muda.
Dengan dukungan lembaga legislatif dan organisasi kebudayaan, langkah-langkah komunikasi, pendataan, dan inovasi format diharapkan menjaga keberlanjutan kejhung sebagai bagian dari identitas budaya Jember.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Pembuatan Teba di Bumiaji Turunkan Beban Sampah ke TPA Tlekung
Khamim Tohari inisiasi tujuh titik teba di Bumiaji untuk mengolah sampah organik dan mengurangi beban TPA Tl...
Tujuh Titik Teba di Bumiaji, Upaya Kurangi Beban TPA Tlelung
Khamim Tohari inisiasi tujuh titik teba di Bumiaji untuk mengolah sampah organik rumah tangga dan mengurangi...
Dewanti Dorong Reboisasi Hulu Malang Masuk Prioritas RPJMD
Dewanti mendorong reboisasi hutan gundul di hulu Malang menjadi prioritas RPJMD untuk mengurangi risiko banj...
Dewanti Desak Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD untuk Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi jadi prioritas RPJMD pasca banjir-longsor di tujuh kecamatan Malang untuk...
Dewanti: Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi masuk prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor di tujuh kecamatan Kabup...
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...