DPRD Malang Awasi Kerusakan Stadion Kanjuruhan Pasca Renovasi
Malang — Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, menyatakan akan mengawal temuan kerusakan di Stadion Kanjuruhan yang direnovasi dengan dana APBN sebesar Rp335 miliar. Sidak dilakukan Jumat, 31 Juli 2026, setelah adanya laporan plafon bocor, beton mengelupas, dan retakan yang menimbulkan genangan air.
Temuan kerusakan saat sidak
Dalam inspeksi mendadak, Zulham menemukan sejumlah bagian bangunan belum memenuhi standar. Plafon beberapa ruangan bocor dan ada yang ambruk. Permukaan cor beton mengelupas dan retakan menyebabkan genangan saat hujan. Kondisi ini membuat beberapa ruang belum bisa dimanfaatkan.
"Plafonnya ada yang bocor dan ambruk. Sebagian cor mengelupas. Sangat memprihatinkan, padahal ini stadion yang direnovasi dengan anggaran Rp335 miliar dari APBN, salah satu proyek termahal Kementerian PU, tapi kualitasnya asal-asalan,"
Status aset dan pembiayaan perbaikan
Zulham juga menyorot masalah administrasi aset. Meski operasional stadion diserahkan sejak 8 Maret 2025, proses serah terima fisik belum rampung. Akibatnya, status aset masih berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum sehingga Pemerintah Kabupaten Malang belum bisa menganggarkan perbaikan.
"Artinya, stadion sudah bisa dipakai Pemkab untuk kegiatan. Tapi sampai hari ini belum juga ada serah terima fisik bangunan. Artinya, Pemkab juga tidak boleh menganggarkan perbaikan dan rehabilitasi karena statusnya masih jadi aset Kementerian PU," ujar Zulham.
Isu subkontraktor dan rencana tindak lanjut
Ada pula informasi dugaan kewajiban pembayaran kepada beberapa subkontraktor lokal yang terlibat. Zulham menilai hal ini perlu diusut agar tidak menimbulkan masalah baru, termasuk klaim kerja atau sengketa pembayaran ke depan.
Sebagai langkah pengawasan, Zulham berencana membawa semua temuan ini ke tingkat pusat. Ia akan memaparkan kondisi fisik stadion, masalah administrasi aset, dan informasi terkait subkontraktor dalam rapat kerja dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar mendapat tindak lanjut segera.
"Saya akan membawa seluruh temuan ini dalam rapat kerja dengan Kementerian PU agar segera mendapat tindak lanjut," tegasnya.
Dampak terhadap pengguna dan nilai historis
Percepatan perbaikan dinilai penting karena stadion diproyeksikan menjadi kandang Arema FC dan RANS Nusantara FC. Selain fungsi olahraga, stadion ini juga memiliki nilai historis bagi masyarakat Malang sebagai pengingat peristiwa Tragedi Kanjuruhan.
Dengan temuan tersebut, perhatian pemerintah pusat dan klarifikasi status aset menjadi kunci agar stadion bisa berfungsi optimal dan aman digunakan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Anas Karno Minta Deteksi Dini Diperkuat untuk Cegah Konflik di Surabaya
Anas Karno minta camat, lurah, RT, dan RW perkuat deteksi dini untuk cegah konflik sosial di Surabaya.
Puan: Penanganan Krisis Air Bersih Harus Jadi Prioritas Nasional
Ketua DPR Puan Maharani mendesak penanganan krisis air bersih akibat kemarau ekstrem menjadi prioritas linta...
Rijanto: Sertipikat PPTPKH Harus Jadi Modal Usaha
Bupati Blitar Rijanto minta sertipikat PPTPKH dimanfaatkan sebagai modal usaha untuk meningkatkan perekonomi...
Deni Wicaksono Kawal Aspirasi Infrastruktur di Trenggalek
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono pastikan kawal aspirasi infrastruktur Trenggalek pasca-reses, termasuk...
Bupati Sumenep Tinjau Budidaya Lele dan Ayam Petelur di Bataal Timur
Bupati Sumenep meninjau budidaya lele dan ayam petelur di Bataal Timur untuk memastikan program pemberdayaan...
BBHAR PDIP Jatim Ajukan Perlindungan untuk Dua Santriwati Korban
BBHAR PDIP Jatim ajukan perlindungan hukum, pemulihan psikologis, dan restitusi ke LPSK untuk dua santriwati...