Pelatihan Welder 3G di Aceh Besar Dukung Program SMK Go Global
ACEH BESAR — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar, HM Ali SSos MSi membuka pelatihan pengelasan Welder 3G Program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Aceh Besar, Selasa (15/9). Kegiatan digelar di Aula Disnakertrans Aceh Besar dengan tujuan meningkatkan keterampilan calon pekerja migran.
Peserta dan kerja sama penyelenggaraan
Pelatihan diikuti 20 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Besar dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia tahun 2026.
Hadir pada pembukaan antara lain Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh, Siti Rolijah; pejabat dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh, Qifti Reza Kesuma, ST M.AP; serta beberapa pejabat OPD Pemkab Aceh Besar.
- Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh — Siti Rolijah
- Pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh — Qifti Reza Kesuma
- Kepala OPD terkait Pemkab Aceh Besar
Tujuan pelatihan
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi, menyatakan program ini bagian dari SMK Go Global yang bertujuan mencetak calon pekerja migran yang trampil dan berdaya saing internasional.
Program SMK Go Global ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia yang trampil, disiplin, dan mendunia.
Dukungan pemerintah daerah
HM Ali menegaskan Pemkab Aceh Besar mendukung penuh pelatihan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelatihan ini strategis untuk menjawab kebutuhan industri yang menuntut keterampilan dan sertifikasi.
Pelatihan pengelasan ini langkah positif dan strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya di Kabupaten Aceh Besar.
Ia mengingatkan peserta bahwa persaingan kerja kini lebih kompetitif. Industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, disiplin, etos kerja, dan kemampuan bahasa asing.
Pesan bagi peserta dan harapan ke depan
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh, Siti Rolijah, meminta peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan agar membuka peluang kerja, termasuk di luar negeri.
Kemampuan berbahasa asing, disiplin yang tinggi, dan keterampilan akan sangat mendukung suksesnya peserta yang berminat bekerja ke luar negeri. Ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan serius.
HM Ali juga berharap UPTD Balai Latihan Kerja Aceh Besar terus menghasilkan tenaga kerja yang trampil, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri. Sinergi antara kementerian pusat dan pemerintah kabupaten dinilai penting untuk membangun kualitas SDM jangka panjang.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret meningkatkan daya saing tenaga kerja Aceh di pasar nasional dan internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...
Polrestabes Medan Gerebek Rumah di Jalan Jermal, Dua Orang Diamankan
Tim gabungan Polrestabes Medan menggerebek rumah di Jalan Jermal pada 30/10; ditemukan barang bukti narkoba...
Pengadilan Agama Stabat Naik Jadi Kelas IA, PIRSM Diluncurkan
Plt. Bupati Langkat apresiasi kenaikan Pengadilan Agama Stabat ke Kelas IA dan peluncuran aplikasi PIRSM unt...
Dekranasda Sabang Dorong Produk IKM Kakao dan Kemasan
Ketua Dekranasda Sabang kunjungi Sentra IKM Kakao dan Rumah Kemasan di Sabang Fair untuk dorong promosi, kem...
Banda Aceh Serahkan Kursi Roda untuk Tiga Warga Lueng Bata
Wakil Wali Kota Banda Aceh menyalurkan tiga kursi roda untuk warga Kecamatan Lueng Bata yang lumpuh atau str...
Labuhanbatu Perkuat Pengawasan Pengadaan lewat MCSP-RBS KPK 2026
Pemkab Labuhanbatu menggelar evaluasi MCSP-RBS KPK 2026 untuk memperketat pengawasan pengadaan barang dan ja...